Identitas Terduga Prostitusi Diungkap, Hotman Anggap Diskriminasi

Fajar Adityo Nugroho ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 17:05 WIB
Identitas Terduga Prostitusi Diungkap, Hotman Anggap Diskriminasi

Hotman Paris minta identitas pelanggan prostitusi juga diungkap. (Foto: Instagram).

JAKARTA, iNews.id - Diungkapnya nama-nama artis yang diduga terlibat jaringan prostitusi online oleh Polda Jatim disoroti oleh Hotman Paris. Dia merasa bahwa hal tersebut mengarah ke diskriminatif.

Melalui unggahan video pendek di Instagram, Hotman menyampaikan laporan dari para wanita yang kurang berkenan dengan pembeberan nama tersebut. Dia menyampaikan aduan tersebut dengan didampingi seorang wanita mengenakan pashmina.

"Kaum wanita mulai protes, kenapa identitas artis esek-esek dibuka di TV oleh penyidik? Sampai berapa uang transfer pun dikasih tahu oleh penyidik," ujarnya seperti iNews.id kutip dari Instagramnya @hotmanparisofficial, Sabtu (12/1/2019).

Dia tidak sepakat karena pelanggan prostitusi namanya tak disebutkan satu pun. Menurutnya hal ini sangat tidak adil karena terkesan sepihak.

"Tapi cowok-cowoknya namanya pun tidak pernah disebutkan satu pun. Itu fair enggak bagi wanita? " tanya Hotman kepada wanita yang duduk di sebelahnya.

"Tidak lah, semua laki-laki harusnya dibuka (identitasnya) lah," jawab wanita tersebut yang ditimpali oleh Hotman.

"Tuh, Bu Haji bilang semua laki-laki harus dibuka (identitasnya)," ujarnya.

Bagi pengacara gaek perlakuan menyebutkan nama-nama artis dianggap tidak adil dan tergolong pada tindakan diskriminasi karena hanya satu pihak yang dibuka identitasnya. Menurutnya praktik prostitusi besar terjadi karena ada kesepakatan dari kedua belah pihak.

"Tapi kenapa, kenapa ada seolah dugaan diskriminasi? Kan dalam hukum pembuktian kan harus dua-duanya jadi saksi baru klop?" ujarnya.

Hotman berpendapat bahwa seharusnya semua laki-laki yang menjadi pelanggan juga turut dijaring dan diungkap identitasnya. Karena sejuh ini pelaku seolah tidak terlalu dipermasalahkan.

"Bayangin kalau 45 artis di Jawa Timur, kalau satu artis pernah melayani 10 konglomerat atau pejabat, berarti 450 cowok-cowok Jawa Timur akan kena," tutupnya.


Editor : Adhityo Fajar