Jalani Karantina, Para Peserta Siap Berebut Mahkota Miss Indonesia

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 06 Februari 2019 - 06:01 WIB
Jalani Karantina, Para Peserta Siap Berebut Mahkota Miss Indonesia

Para finalis Miss Indonesia 2019 mulai menjalani karantina. (Foto: iNews.id/Riyandi Aristyo)

JAKARTA, iNews.id - Para finalis Miss Indonesia 2019 berhasil menyingkirkan sekitar 1.000 peserta berparas cantik dan berbakat di Tanah Air. Namun tahap seleksi tak sampai di situ, perjuangan mereka masih panjang untuk memperebutkan mahkota Miss Indonesia.

Para finalis ini pertama kali harus mengikuti masa karantina selama dua pekan. Selama karantina, peserta akan disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, antara lain pembekalan diri dan mengasah bakat.

"Selamat bagi finalis yang sudah terpilih. Perjalanan ini masih jauh dan tidak mudah. Selama di karantina nanti semoga perbekalan materinya bisa dimaksimalkan sebaik-baiknya," kata Vice Presiden Production RCTI Untung Pranoto, MNC Studios, Jakarta Barat, Senin 4 Februari 2019.

Sama seperti karantina di tahun-tahun sebelumnya, pembekalan yang diberikan di antaranya bicara di depan publik (public speaking), pembentukan karakter (character building), cara berperilaku (manner), kelas kecantikan (beauty class) hingga modeling.

"Kalau materi, hampir sama dengan tahun lalu, public speaking, character building, dan lain-lain. Bedanya, standar kurikulumnya kita naikkan," kata Untung.

Pembekalan ini dapat menjadi modal Miss Indonesia untuk bertanding di kancah internasional, Miss World. "Ini dilakukan karena dari Miss World, standar kualitas kurikulumnya tahun ini juga dinaikkan," katanya.

Seperti diketahui, untuk menjadi seorang Miss Indonesia, tak hanya memiliki paras yang cantik, juga dibutuhkan kepribadian yang menarik, serta memiliki kepedulian sosial.

Selain pembekalan, para peserta juga akan diseleksi dan diberi penilaian melalui fast track kategori Beauty With A Purpose (BWAP), nature and beauty fashion, sport competition, talent show, catwalk, dan social media.

"Fase karantina sudah mulai dilakukan hari ini sampai dua minggu ke depan. Sementara malam puncak siap digelar pada 15 Februari 2019," ujar Untung.


Editor : Tuty Ocktaviany