Kisah Inspiratif, Seorang Office Boy Jadi Bos di 5 Perusahaan

Diaz Abraham ยท Jumat, 09 November 2018 - 21:59 WIB
Kisah Inspiratif, Seorang Office Boy Jadi Bos di 5 Perusahaan

Yosep Te Victoria. (Foto: Mnctrijaya)

JAKARTA, iNews.id - Semua kemungkinan dapat terjadi di dunia, termasuk membalik hidup dari pegawai menjadi pimpinan perusahaan. Begitulah secuil kisah Yosep Te Victoria, pria yang awalnya berprofesi sebagai office boy kini menjelma sebagai pemilik lima perusahaan beromset miliaran rupiah.

Yosep, begitu sapaannya. Mengawali hidup sebagai anak desa di Batanghari, Lampung, dia bercita-cita mendapat pekerjaan di Jakarta. Cita-cita ini dipilih karena kerap menonton tayangan televisi tentang kemegahan gedung-gedung pencakar langit, serta kemudahan mencari pekerjaan di ibu kota.

Pada 1996 dengan bermodalkan ijazah SMA, pria berambut panjang ini nekat ke Jakarta tanpa mendapat kepastian kerja. Dua bulan sejak menginjakkan kaki di ibu kota, belum tampak ada panggilan dari perusahaan untuk dirinya. Padahal, dia mengaku kerap mengirim lamaran ke pabrik-pabrik.

Akhirnya, pria bertubuh gempal ini bekerja sebagai sales buku, tapi keberuntungan belum berpihak padanya. Kerasnya ibu kota makin dirasakan saat itu, karena selama tiga bulan bekerja tidak ada sama sekali target penjualan yang dicapai.

“Tiga bulan enggak digaji, tapi saya harus hidup dari uang transportasi dan makan. Waktu itu seharinya Rp3 ribu. Naik metromini waktu itu Rp500, kalau jadi mahasiswa Rp100. Jadi, saya siasati jadi mahasiswa biar bayar Rp100. Uang Rp3 ribu itu gimana saya harus hidup di Jakarta tiap hari,” katanya ketika menjadi bintang tamu di acara Intermezzo, Studio iNews, Jakarta, baru-baru ini.

Dengan kondisi tersebut, Yosep memilih untuk beralih profesi sebagai office boy (OB) di salah satu televisi swasta Jakarta. Dia berujar bila saat itu, hanya posisi tersebut yang pas untuk dia geluti.

“Dari situ, ada lowongan di stasiun televisi swasta. Pas ditanya skill apa atau punya kendaraan apa, tapi saya enggak memenuhi kriteria yang mereka minta dan yang bisa memenuhi persyaratan hanya jadi office boy,” ujarnya.

Kemudian Yosep kembali pindah kantor. Kini, salah satu televisi musik internasional menjadi destinasinya. Selama empat tahun bekerja, akhirnya ada keinginan untuk meningkatkan kemampuannya sehingga pekerjaannya tak hanya sebatas menjadi OB.

Tekat tersebut membuatnya mengambil kursus bahasa Inggris dan mengambil kuliah, walaupun tak tamat. Kehidupannya tetap berlanjut, kesedihannya akibat terkena PHK dan kondisi istri yang dinikahinya sedang sakit-sakitan tidak menjadikannya sebagai halangan dalam berkreasi.

Lewat koneksi dari kantor sebelumnya, dia masuk Production House (PH). Dari sana kariernya sebagai bos dari lima perusahaan, yakni PH, website, kampus di bidang perhotelan, aplikasi, dan web tv channel dimulai.

“Dari freelancer, saya tiap hari harus pulang tengah malam atau pagi karena PH siklusnya seperti itu. Kebetulan saya jadi staf produksi. Jadi saya datang duluan, pulang belakangan,” ucapnya.

Di usianya ke-40 tahun, dia mulai membuat buku mengenai kisah suksesnya berjudul ‘I’m Jongos’. Tujuannya agar semua orang dapat memiliki kepercayaan diri dalam menggapai impiannya selama ini, serta menunjukkan bahwa tidak ada kemustahilan di dunia ini.

“Makanya saya ingin berbagi pengalaman hidup saya. Jadi, saya mau berbagi bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Jadi selama kita punya keyakinan, kita punya fokus dan keteguhan, tidak ada yang mungkin dan tidak terjadi,” kata dia.

Dalam program Intermezzo, dia pun berujar bila lakukan semuanya dengan fokus, nantinya akan berdampak pada hasil terbaik. 

“Kalau mau berbuat sesuatu mulai dari diri sendiri, jangan memikirkan orang lain atau sesuatu yang lebih besar. Dari diri kita sendiri dulu, kita lakukan dengan fokus, benar, dan niat yang tulus. Mudah-mudahan hasilnya akan sesuai dengan hati kita,” kata dia.


Editor : Tuty Ocktaviany