Meninggal di Usia 65 Tahun, Ini Sosok Robby Tumewu di Mata Sahabat

Siska Permata Sari ยท Senin, 14 Januari 2019 - 15:20 WIB
Meninggal di Usia 65 Tahun, Ini Sosok Robby Tumewu di Mata Sahabat

Titiek Puspa dan Anne Avantie bersama Robby Tumewu. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia telah kehilangan sosok desainer sekaligus aktor hari ini. Robby Tumewu, pria yang dikenal sebagai desainer dan aktor tersebut telah berpulang di usia 65 tahun pada Senin (14/1/2019).

Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga melalui pesan singkat. Melalui kabar itu, rencananya jenazah bintang sinetron Kecil-kecil Jadi Manten tersebut disemayamkan di rumah duka Oasis, Tangerang.

Meninggalnya Robby Tumewu pastinya membuat para sahabat kehilangan. Desainer Anne Avantie, misalnya. Dia melihat, sosok Robby merupakan sosok yang hebat dan multitalenta.

Berbeda dengan penata rambut terkemuka, Rudy Hadisuwarno yang mengatakan jika Robby adalah sosok yang ceria. "Dia adalah seorang kawan yang selalu ceria dalam keadaan apa pun," kata Rudy saat dihubungi iNews.id, Senin (14/1/2019).

Sementara itu, desainer Taruna K Kusmayadi mengungkapkan bahwa Robby adalah sosok yang lucu dan baik hati. "Kalau saya dengar nama Robby Tumewu, imej yang saya dapat adalah seseorang yang lucu dan baik hati. Saya kenal beliau sejak 1979, ketika itu beliau sudah terkenal," kata Taruna.

Robby Tumewu adalah seorang perancang busana dan pemain film, serta sinetron Indonesia. Robby terkenal sebagai perancang busana yang kerap membuat desain dengan corak dan bentuk yang unik dan funky. Selain itu, aktor ini juga dikenal dengan perannya di sejumlah sinetron dan film.

Sinetron yang pernah dibintangi Robby di antaranya Lenong Rumpi, Keluarga Van Danoe, Flamboyan 108, Cepot dan Copet Kepepet, Oke-Oke Bos, Khanza, Sekar, Kecil Kecil Jadi Manten, dan Sentuh Hatiku.

Sementara itu film yang pernah dibintanginya adalah Lenong Rumpi (1991), Lenong Rumpi II (1992), Ca Bau Kan (2002), Belahan Jiwa (2005), Gie (2005), Tri Mas Getir (2008), Tulalit (2008), Kita Punya Bendera (2008), Laskar Pelangi (2008), Jejak Darah (2010), Tanah Air Beta (2010), 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta (2010), dan Madame X (2010).


Editor : Tuty Ocktaviany