Miss Indonesia Terjun Langsung Bantu Masyarakat Kawungsari Girang di BWAP Project

Siska Permata Sari ยท Jumat, 08 November 2019 - 16:25 WIB
Miss Indonesia Terjun Langsung Bantu Masyarakat Kawungsari Girang di BWAP Project

Dalam BWAP tersebut, Princess Megonondo terjun langsung untuk membantu perekonomian warga di Kawungsari Girang. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari).

JAKARTA, iNews.id - Miss Indonesia 2019 Princess Mikhaelia Audrey Megonondo baru saja selesai menjalani Beauty With A Purpose (BWAP) Project sebelum berangkat ke London, Inggris, untuk karantina Miss World 2019. Salah satu fast track penting di Miss World tersebut dijalani di sebuah kawasan bernama Kawungsari Girang, Bandung, Jawa Barat.

Dalam BWAP tersebut, Princess terjun langsung untuk membantu perekonomian warga di Kawungsari Girang sekaligus memperbaiki kehidupan anak-anak di sana yang harus berjualan cireng di Kota Bandung.

"Di tempat ini saya melihat kondisi yang mendukung, mengapa kampung ini perlu dibantu. Saya juga menaruh banyak perhatian pada anak-anak di sini yang harus berjualan cireng ke Bandung sepulang dari sekolah," kata Princess Megonondo saat ditemui usai acara penandatanganan prasasti BWAP di MNC Kolega Coworking Space, Park Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

Salah satu cara Princess dalam membantu anak-anak di Kawungsari Girang tersebut adalah dengan membantu perekonomian orangtuanya melalui sarana prasarana yang dibangun di kawasan tersebut.

"Misalnya, di sana itu banyak kandang sapi, yang mana kotoran sapi tersebut itu bisa 4-5 kwintal dalam satu minggu, dan kalau tidak diapa-apakan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Maka itu kita beri penyuluhan dan bagaimana cara membuat pupuk organik dari limbah biogas," jelas Princess.

Selain membuat pupuk dari limbah biogas, perempuan berdarah Jambi ini juga merevitalisasi Empang di kawasan itu serta memberikan bibit-bibit ikan untuk membangun usaha ikan pindang.

Tak hanya membantu perekonomian warga dengan upaya-upaya pemberdayaan tersebut, melalui BWAP Project, Princess juga membangun sarana prasarana untuk kualitas hidup yang lebih layak. Yaitu tempat MCK dan sanitasi, serta inseminator untuk pengolahan sampah yang lebih sehat.

"Salah satu masalah di sana itu adalah sampah yang berserakan di pinggir jalan. Itu kadangkala mereka bakar dan menimbulkan polusi yang tidak sehat, maka itu kita memberikan inseminator sampah yang polusinya lebih kecil 98 persen dibanding pembakaran sampah konvensional," papar Princess Megonondo.

Ia berharap, apa yang telah dikerjakannya di desa tersebut bisa berdampak baik bagi masyarakatnya. "Ke depannya semoga apa yang saya titipkan dapat berguna untuk masyarakat," pungkasnya.


Editor : Adhityo Fajar