Neri Oxman, Profesor MIT Sang Pencuri Hati Brad Pitt

Tri Hatnanto ยท Sabtu, 14 April 2018 - 22:48 WIB
Neri Oxman, Profesor MIT Sang Pencuri Hati Brad Pitt

Brad Pitt dikabarkan sedang dekat dengan profesor Neri Oxman setelah pisah dengan Angelina Jolie. (Foto: istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Bagi Brad Pitt, Angelina Jolie agaknya sudah jadi masa lalu. Meski proses perceraian masih berjalan dan kemungkinan bakal tuntas dalam beberapa pekan ke depan, Pitt sudah telanjur kasmaran. Neri Oxman, sang pencuri hati ”Mr Smith” itu.

Bukan rahasia memang bila Pitt sedang jatuh hati. Kedatangannya ke kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) beberapa waktu lalu kian menegaskan kedekatannya dengan Oxman, seorang profesor di kampus teknologi paling bergengsi di dunia itu.

Meski belum mengumbarnya ke publik, orang-orang dekat mereka mengatakan keduanya sedang berbunga-bunga. Pitt terpikat dengan pesona Oxman yang tak dimungkiri sangat cerdas, cantik, ramah, dan berbakat. Seakan jodoh, Pitt dikenal sebagai seorang yang sangat menggemari arsitektur dan dunia desain. Begitu kesengsemnya, orang dekat bahkan mengatakan bintang "Fight Club" itu tidak pernah merasa sebahagia ini sejak pisah dengan Jolie.

“Semua orang menyukai Neri. Dia memiliki cara untuk membuat Anda merasa seolah-olah Anda satu-satunya orang di ruangan yang penuh sesak, ” kata orang dekat Neri Oxman kepada US Weekly, Sabtu (14/4/2018). “Berada di sekitar Neri memabukkan seolah-olah Anda terbang tinggi di atas gunung. Pitt telah jatuh karena pesonanya dan sekarang kamu dapat melihat senyumnya,” sambung dia.

Pasangan ini bertemu pada November 2017 dalam salah satu pameran desain di MIT. Oxman adalah wanita pertama yang dikaitkan dengan Pitt sejak perpisahannya dengan Angelina Jolie, September 2016. Proses perceraian itu hingga saat ini masih berjalan. Keduanya telah sepakat untuk mengasuh anak-anak mereka bersama, yakni Maddox (16), Pax (14), Zahara (13), Shiloh (11), serta si kembar Knox dan Vivienne, 9.

Siapa Oxman? Apa yang membuat Pitt tak sanggup untuk memendam hasrat untuk berdekatan?

Lahir di Haifa, Israel, Neri Oxman merupakan anak pasangan arsitek Robert dan Rivka Oxman. Darah arsitek yang mengalir deras dari kedua orangtuanya itu menjadikan dosen itu sebagai salah satu arsitek terpandang sekarang. Masa kecilnya banyak dihabiskan di taman rumah neneknya serta studio arsitektur orangtuanya. Kombinasi itu yang sangat memengaruhi gaya desainnya.

Pada 1997 Oxman pindah ke Yerusalem untuk masuk ke Sekolah Kesehatan Hadassah di Universitas Hebrew. Namun dua tahun berjalan, dia akhirnya memutuskan untuk belajar arsitektur di Israel Institute of Technology.

Gen arsitek itu pula yang mengantarkan dia untuk memperdalam ilmu di London Architectural Association School of Architecture dan lulus 2004. Pada 2005 perempuan berambut keriting ini pergi ke Boston dan menempuh program doktoral (PhD) di MIT. Pada 2010 dia sudah menjadi associate professor di MIT Media Lab.

Karya Oxman telah dipajang di seluruh dunia. Museum of Modern Art (MoMa) di New York menampilkan karyanya sebagai aset permanen. Belum lagi, Cooper Hewitt Design Museum, Centre Georges Pompidou (Prancis) juga Museum Seni Rupa Boston. Oxman unjuk gigi di berbagai pameran seperti di Smithsonian dan Beijing International Art Biennale.

Sebagai seorang akademisi jenius, dia menerbitkan makalah tentang desain parametrik dan kontekstual, serta mengembangkan teknik rekayasa khusus untuk mewujudkan desain tersebut dalam berbagai bahan. Pada 2006, dia meluncurkan proyek penelitian interdisipliner di MIT yang disebut materialecology, untuk bereksperimen dengan desain generatif.

Dia juga telah mempromosikan ide untuk menemukan cara-cara baru untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dalam desain. Pada 2016, dia membantu meluncurkan jurnal ilmu desain terbuka multidisiplin.

Menjadi seorang profesor pada 2010, Oxman mendirikan kelompok riset Mediated Matter di MIT Media Lab. Di sana dia memperluas kolaborasinya menjadi biologi, kedokteran, dan perangkat yang dapat dikenakan. Kelompoknya mengeksplorasi bagaimana desain digital dan teknologi fabrikasi memediasi antara materi dan lingkungan untuk secara radikal mengubah desain dan konstruksi objek, bangunan, serta sistem.

Oxman masuk daftar 20 arsitek paling berpengaruh untuk membentuk masa depan kita (2009) versi ICON. Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang paling kreatif oleh FastCompany (2009). Pada 2008, Oxman disebut sebagai sosok dengan "Pikiran Revolusioner" oleh SEED Magazine.

Salah satu karya fenomenalnya adalah The Silk Pavillion, dari ulat sutra. Oleh para arsitek senior dan kritikus, dia dianggap orang yang berani mengambil keputusan. Berbagai penghargaan pun disabetnya, antara lain Vilcek Prize in Design, MIT Collier Medal, Carnegie "Pride of America", dan Earth Award.

Editor : Zen Teguh