Pandemi Covid-19 Belum Reda, Desainer hingga Pelaku UMKM Dituntut Kreatif Ciptakan Karya

Tuty Ocktaviany ยท Senin, 22 Juni 2020 - 19:17 WIB
Pandemi Covid-19 Belum Reda, Desainer hingga Pelaku UMKM Dituntut Kreatif Ciptakan Karya

Pelaku UMKM dituntut kreatif ciptakan karya. (Foto: Evermos)

JAKARTA, iNews.id – Kasus positif Covid-19 di Indonesia masih bertambah dan berdampak pada banyak sektor, termasuk fashion. Namun, itu tidak menghalangi pelaku industri mode untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk yang berkelas.

Sejak pandemi Covid-19 muncul hingga kini, sektor industri kreatif memang kena dampak yang sangat besar. Banyak produk yang tidak laku, karena permintaan tidak banyak seperti sebelumnya.

Meski begitu, para pelaku usaha di bidang fashion tetap harus melakukan banyak upaya untuk bertahan. Model bisnis yang mereka lakukan pun berubah, lebih memaksimalkan teknologi. Pasalnya, calon pembeli tidak memungkinkan untuk bertemu langsung dengan pelaku industri atau desainer di tengah pandemi Covid-19.

Begitu juga dengan produk fashion, pelaku industri harus jeli melihat peluang. Dan, para desainer dan pelaku industri fashion lainnya juga banyak menerima order berupa alat pelindung diri (APD) hingga aneka macam masker yang unik dan kreatif.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat, dunia usaha yang terdampak signifikan adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), di mana pada 2018 tercatat sebanyak 64,2 juta unit. Mereka terancam tutup usaha karena pendapatan terus menurun jika tidak segera beradaptasi terhadap situasi new normal ini.

Banyak upaya juga dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu agar para UMKM tetap bisa bertahan. Salah satunya adalah berkolaborasi dengan memperluas promosi produk seperti yang saat ini dilakukan oleh Evermos melalui program Harus Peduli Produk Lokal.

Tercatat lebih dari 1400 UMKM telah mendukung program ini. Angka total tersebut adalah gabungan UMKM dari Evermos, Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas), Bisnishack dan UMKM yang mendaftar melalui situs www.haruspeduli.com/produklokal/.

“Dengan membantu UMKM, maka ekonomi rakyat akan bergeliat,” ucap Iwan, Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Jawa Barat, dalam siaran pers, belum lama ini.

Ini sesuai dengan misi yang dimiliki oleh Evermos. Sejak awal didirikan, Evermos telah berkomitmen untuk mendukung UMKM menumbuhkan dan meningkatkan skala bisnisnya. Social commerce ini telah membantu UMKM membukukan omzet sebanyak Rp11,1 miliar sampai Mei 2020 dari berbagai jenis produk yang tersedia di aplikasinya.

Digitalisasi di Evermos akan membantu para UMKM untuk lebih produktif lagi. “Di Evermos, para pelaku UMKM hanya perlu memikirkan bagaimana mengembangkan produk dan melakukan produksi. Saluran penjualan dan marketingnya didukung penuh oleh Evermos. Insyaallah dengan semakin banyaknya UMKM yang bergabung, diproyeksikan sampai akhir 2020, Evermos dapat support penjualan Rp50 miliar-Rp100 miliar untuk mitra UMKM tersebut,” kata Ghufron Mustaqim, Co-Founder Evermos.

Cahyadi Joko Sukmono, Ketua Umum Asosiasi BDS Indonesia (ABDSI) menambahkan, “Dengan UMKM yang kuat, akan membuat bangsa semakin berdaulat.”

Menurutnya, inilah momentum produk lokal bangkit untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih baik.

Editor : Tuty Ocktaviany