Raeni Akan S3 di Inggris, Ini Pesan Bijak sang Ayah Pengayuh Becak

Rahma Sari ยท Senin, 19 Maret 2018 - 14:21 WIB
Raeni Akan S3 di Inggris, Ini Pesan Bijak sang Ayah Pengayuh Becak

Raeni dari Kendal akan melanjutkan pendidikan S3 di Inggris. (Foto: iNews.id/Rahma Sari)

JAKARTA, iNews.id – Kesuksesan Raeni sebagai peraih beasiswa S3 di Inggris berkat dukungan dan doa dari orangtuanya. Sang ayah sebagai pengayuh becak selalu memberikan pesan bijak kepadanya.

Sosok Raeni mulai dikenal karena diantar bapaknya dengan becak saat wisuda. Saat itu, Raeni merupakan wisudawan terbaik di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Untuk mendapatkan predikat wisudawan terbaik, Raeni mengaku harus belajar dengan sungguh-sungguh dan selalu menjalankan pesan ayahnya.

Menurutnya, semua orang dapat melakukan yang terbaik untuk pendidikan. Hanya perlu usaha yang keras untuk mendapatkannya.

Selama kuliah, Raeni mengaku selalu duduk di bangku paling depan supaya bisa focus mendengarkan materi dari dosen.

“Saya senang duduk di depan, tapi saya orangnya sering mengantuk. Tapi kata bapak dan ibu dosen, kamu itu sukanya duduk di depan, tapi ketika dikasih pertanyaan itu kok bisa jawab,” kata Raeni kepada iNews.id usai menjadi bintang tamu di acara iNtermezzo, iNews TV, Gedung iNews Center, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Sebelum masuk kelas, Raeni selalu mempelajari mata kuliah yang akan dibawakan oleh dosen sehingga memiliki sedikit pengetahuan. Hal itu membuat Raeni tetap bisa menjawab pertanyaan dari dosennya meski tertidur. Menurutnya, sangat penting untuk sedikit memahami materi yang akan disampaikan dosen.

“Jadi sebelum mulai masuk kelas, saya prepare dulu untuk perkuliahan besok, saya baca terlebih dahulu. Saat masuk kelas, setidaknya ada koneksi, nyambung antara apa yang dosen sampaikan. Kalau seperti gelas itu, enggak kosong-kosong banget dan penuh, jadi masih bisa terisi,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa perlu mendengarkan dosen saat mengajar di kelas, lalu bertanya jika ada hal-hal yang belum dimengerti. Setelah kelas selesai, mahasiswa harus berusaha mencari tahu hal-hal yang masih belum dipahami.

“Kalau dalam kelas dimaksimalkan. Saya suka bertanya karena memang saya orangnya penasaran. Dari penasaran itu membuat saya bertanya,” ucap Raeni.

Selain belajar dengan rajin, Raeni juga selalu meminta izin dan doa kepada orangtuanya. Doa orangtua sangat sangat penting untuknya.

“Doa restu orangtua itu sangat penting. Ketika saya pergi, saya pamit kepada orangtua. Orangtua alhamdulillah sudah percaya,” ujarnya.

Orangtua Raeni selalu memotivasinya untuk terus semangat dalam belajar. Bapaknya selalu berpesan supaya Raeni tidak mudah menyerah. Pesan yang terpenting dari ayahnya agar selalu berdoa.

“Bapak berpesan untuk selalu semangat. Berusaha dan berjuang  apa pun kondisinya. Kita jangan pernah lelah, meskipun itu pahit. Pesan yang paling utama dari bapak terus berdoa,” kata Raeni dengan mata berkaca-kaca.


Editor : Tuty Ocktaviany