Rasakan Nyeri Bokong usai Bersepeda, Ternyata Ini Alasannya

Siska Permata Sari ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 17:23 WIB
Rasakan Nyeri Bokong usai Bersepeda, Ternyata Ini Alasannya

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Olahraga bersepeda saat ini menjadi tren baru yang dilakukan banyak orang di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19). Buat orang yang sering bersepeda, pasti sudah biasa. Namun yang masih baru, cenderung mengalami beberapa keluhan.

Salah satunya adalah rasa nyeri di bagian bokong setelah bersepeda. Keluhan ini umum dirasakan, apalagi jika dudukan sepeda atau saddle terasa keras dan kurang nyaman.

Tetapi selain itu, apa sih yang menyebabkan nyeri? Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus dr Hasto Wardoyo, SpOG (K) menjelaskan bahwa bagian bokong manusia mempunyai pembuluh darah, yang jika tertekan dalam jangka waktu lama itu dapat memberikan efek seperti mati rasa hingga nyeri.

“Kalau pembuluh darahnya tertekan, akhirnya darah tidak dapat mengalir. Oleh karena itu, disarankan memakai celana yang ada busanya. Biasanya, celana untuk bersepeda itu ada busanya,” kata dr Hasto sekaligus Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam acara ‘Workshop Online bersama Generasi Berencana (GenRe) Indonesia’, Jumat (26/6/2020).

Kemudian tips bersepeda lainnya adalah tidak selalu memakai posisi duduk. Cobalah bergantian dengan posisi setengah berdiri, sehingga darah dapat mengalir dengan lancar dan bokong tidak selalu tertekan pada saddle.

Dr Hasto menjelaskan, bersepeda tetap aman untuk kesehatan reproduksi, asalkan tetap memperhatikan kondisi dan kebersihan di area tersebut.

“Bagi perempuan artinya tidak ada bahayanya. Tetapi bagi laki-laki, sebenarnya testis tidak tahan panas, sehingga perlu dicek atau menggunakan celana yang nyaman saat bersepeda. Sebab, sperma kalau terkena suhu panas, cenderung jadi kurang aktif,” ujarnya.

Selain itu, bagi perempuan, sambung dia, perlu memperhatikan kondisi di area tersebut. Jangan sampai terlalu lembap karena keringat. “Kalau lembap, berkeringat itu hati-hati, bisa mudah terkena infeksi seperti jamur,” ucapnya.

Editor : Tuty Ocktaviany