Rossa hingga Luna Maya Ikut Suarakan Blackout Tuesday untuk Lawan Rasisme

Siska Permata Sari ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 23:06 WIB
Rossa hingga Luna Maya Ikut Suarakan Blackout Tuesday untuk Lawan Rasisme

Rossa ikut suarakan Blackout Tuesday untuk lawan rasisme. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Rossa turut menyuarakan tentang melawan rasisme yang kini masih terjadi di dunia. Hal ini menyusul demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat atas kematian warga sipil berkulit hitam George Floyd karena tindak kekerasan polisi, yang akhirnya memicu gerakan Black Lives Matter.

Melalui Instagramnya, Rossa mengunggah foto hati berwarna hitam di latar hitam dan menuliskan tagar Blackout Tuesday. Tagar ini menyerukan semua orang untuk mem-posting gambar hitam ke Instagram dan platform media sosial lainnya.

“Let’s say NO to racism, as We’re all Allah’s creatures. Be kind, to love and to be loved,” tulis Rossa seperti dikutip dari Instagramnya, Rabu (3/6/2020). Dalam keterangan fotonya itu, Rossa juga mengungkapkan apa yang terjadi di Amerika dan pesan di balik peristiwa itu.

“Di US, mereka berjuang untuk persamaan hak asasi manusia. Mengingatkan bahwa kita pun disini sama, harus memperlakukan orang lain seperti layaknya kita ingin diperlakukan,” tulisnya.

“Jangan lagi memandang rendah orang lain berdasarkan warna kulit, suku atau strata sosial, karena pastinya dimata Allah semua sama,” tulis pelantun lagu ‘Terlalu Cinta’ itu.

Rossa tak sendiri. Sejumlah selebriti Tanah Air lainnya juga mengunggah hal yang sama. Di antaranya ada Anggun C Sasmi, Jessica Iskandar, Afgan, Yuni Shara hingga Luna Maya.

Selain itu, aktris sekaligus aktivis Hannah Al Rasyid juga turut membagikan potret hitam dan rekomendasi buku untuk belajar tentang rasisme.

“Jika ada teman disini yang tertarik untuk belajar lebih soal isu ras diluar Indonesia (terutama di UK) 3 buku ini bener2 harus dibaca,” tulis aktris Buffalo Boys tersebut.

Dia juga menceritakan pengalamannya sendiri melihat dan mengalami rasisme saat tinggal di Inggris.

“Saya besar di London dengan lingkungan yang sangat mixed secara ethnicity, pernah melihat racism secara langsung (terutama kepada teman berkulit hitam) pernah juga mengalami racism karena saya dianggap POC (person/people of colour) tapi juga karena saya seorang Muslim. Tapi semua yang saya alami tidak ada bandingannya dengan apa yang teman saya yang berkulit hitam alami secara sistematis,” tulisnya di Instagram.

Editor : Tuty Ocktaviany