Sejarah Turtleneck, Fashion Item yang Tak Lekang oleh Waktu

Siska Permata Sari ยท Selasa, 15 September 2020 - 19:43 WIB
Sejarah Turtleneck, Fashion Item yang Tak Lekang oleh Waktu

Empat tokoh inspiratif dalam kampanye Woman In Progress. (Foto: Uniqlo)

JAKARTA, iNews.id - Tren fashion terus berubah-ubah seiring zaman. Namun, ada beberapa fashion item yang selalu ada di setiap zaman dan bisa dikatakan tak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah turtleneck.

Atasan turtleneck menyimpan reputasi historis yang panjang dan radikal karena kaitannya yang erat dengan berbagai figur perempuan yang memiliki influence mendunia. Fashion item satu ini menjadi seragam bertanding para atlet olahraga polo pada 1860, yang menjadi favorit para working class di abad ke-19 pada budaya Western.

Di antara momen debut dari turtleneck, ada sebuah gerakan yang berfokus pada perempuan lewat karakter fiksi Gibson Girl dalam bentuk ilustrasi wajah perempuan yang mengenakan high-neckline. Gibson Girl adalah ikon perempuan ideal yang atraktif, aktif, dan independent.

Tak sampai di situ, eksistensi turtleneck menjadi kian menarik, di mana pergeseran dinamis dari yang sebelumnya adalah working uniform para lelaki, ke pakaian para sensual bombshell yaitu Jayne Mansfield dan Marylin Monroe.

Pada 1957, aktris terkenal Audrey Hepburn tampak ikonik mengenakan turtleneck hitam dalam film Funny Face. Audrey Hepburn dengan turtleneck ikoniknya itu juga dijadikan poster film Funny Face garapan Stanley Donen, yang membuat fashion item ini menambah nilai classy dan klasik.

Tren berpakaian kemudian terus berkembang dinamis mengikuti karakter setiap pemakainya. Turtleneck yang timeless, menjadi pembuka jalan bagi evolusi gaya yang tanpa batas terjadi. Tak hanya untuk kaum perempuan, mendiang Steve Jobs juga terkenal dengan gayanya yang modest bersama turtleneck.

Telah lama turtleneck menjadi kegemaran dari para profesional yang menembus budaya dan preferensi personal, bahkan hingga saat ini. Di dunia modern, politikus berusia 30 tahun Alexandria Ocasio-Cortez, mengenakan turtleneck saat menyampaikan informasi seputar corona di distrik yang diwakilinya yaitu The Bronx dan Queens.

Begitu juga profesional lainnya seperti the queen of minimalism Jil Sander dan Phoebe Philo yang berhasil merombak tampilan entrepreneur muda perempuan. Jil dan Phoebe menjadikan turtleneck sebagai workwear item hingga acara resmi, seperti press conference dan saat menutup fashion show.

Melihat keunikan turtleneck yang menjadi kegemaran banyak perempuan berpengaruh, mendorong Uniqlo membuat kampanye ‘Woman In Progress’ untuk koleksi ‘Di Mata Perempuan’ bersama empat tokoh perempuan inspiratif Tanah Air, yaitu Najwa Shihab, Cinta Laura, Mira Lesmana, dan Adinia Wirasti.

“Turtleneck sebagai simbol dari perempuan kuat, percaya diri, passionate, berani, dan nyaman dengan dirinya sendiri. Turtleneck juga dijadikan simbol untuk menyuarakan progress setiap insan tersebut yang memiliki pengaruh luas lewat bakat dan pencapaian, juga dipastikan menjadi tren sepanjang tahun 2020,” tulis Uniqlo, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (15/9/2020).

Editor : Tuty Ocktaviany