Senang Jadi Guru Geografi, Ini Alasan Tasya Kamila

Antara ยท Kamis, 28 Maret 2019 - 14:51 WIB
Senang Jadi Guru Geografi, Ini Alasan Tasya Kamila

Tasya Kamila mencintai profesi sebagai pengajar. (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id – Tidak banyak artis yang mencintai profesi sebagai pengajar. Namun, ini berbeda dengan Tasya Kamila.

Dia menunjukkan kecintaannya pada dunia pendidikan dengan menjadi guru geografi untuk aplikasi berbasis teknologi pendidikan bernama Quipper.

“Salah satu hal yang ingin aku lakukan itu jadi pengajar. Aku senang disuruh mengajar, tapi belum ada kesempatan untuk itu. Baru terwujudnya sekarang,” ujar Tasya dalam diskusi bersama Quipper, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 27 Maret 2019.

Tasya punya alasan khusus memutuskan bergabung menjadi Quipper Super Teacher sebagai pengajar geografi. Menurutnya, mata pelajaran tersebut menjadi favoritnya ketika sekolah.

“Di geografi ada salah satu subjek yang membahas mengenai lingkungan dan perubahan iklim, yang mana itu menjadi isu yang termasuk dalam interest dan passion aku,” tutur pelantun "Libur Telah Tiba" itu.

Menurut penyanyi cilik kelahiran 22 November 1992 itu, teknologi saat ini dapat mempermudah proses belajar mengajar.

“Sekarang bisa mengajar seluruh anak Indonesia dengan cara yang interaktif dan dibantu animasi, sehingga membuat konten menjadi menarik. Kita ingin membuat proses belajar mengajar ini meyenangkan dan bisa diakses di seluruh Indonesia,” katanya.

Mantan penyanyi cilik sekaligus aktris yang meraih gelar Master of Public Speaking dari Columbia University itu mengungkapkan, generasi Z yang lahir setelah 1996 membutuhkan penyajian materi yang menarik dan berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

“Dulu belajar geografi tidak semenyenangkan Sekarang. Dengan adanya Quipper disajikan materi yang related dengan kehidupan, jadi kebayang fungsinya di kehidupan nyata seperti apa,” ujar Tasya.

Tasya berharap dengan adanya aplikasi ini, kualitas pendidikan di seluruh Indonesia bisa merata dan terbuka bagi siapa pun, termasuk di kota kecil. Platform berbasis teknologi pendidikan ini bukan satu-satunya di Indonesia, sebelumnya sudah ada aplikasi serupa yakni Ruang Guru dan KelasKita.


Editor : Tuty Ocktaviany