Smartfren Gandeng Addy Debil hingga Atta Halilintar Bikin Masker Anti Julid

Siska Permata Sari · Minggu, 21 Juni 2020 - 14:29 WIB
Smartfren Gandeng Addy Debil hingga Atta Halilintar Bikin Masker Anti Julid

Smartfren menghadirkan karya seni ‘UNLIMITED NETIJEN’ menggandeng creator visual artis asal Bandung, Addy Debil. (Foto: Letterf.id)

JAKARTA, iNews.id - Masker kain menjadi salah satu barang penting untuk dipakai dan dibawa di era New Normal ini. Hal tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19) yang saat ini masih terus berlangsung di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Masker kini tak hanya sebagai alat pelindung diri (APD) saat keluar rumah, tetapi juga menjadi salah satu fashion item dengan ragam motif dan desain yang bisa diserasikan bersama outfit atau busana yang Anda kenakan.

Oleh sebab itu, Smartfren menghadirkan karya seni ‘UNLIMITED NETIJEN’. Smartfren juga menggandeng creator visual artist asal Bandung, Addy Debil, untuk membuat serangkaian ekspresi lucu yang menggambarkan kehidupan dan perilaku para warganet ketika berinteraksi di media sosial.

Sebagai bagian dari lanjutan social campaign #BerbagiAntiWasWas, Smartfren melakukan kolaborasi bersama Addy dan kreator brand lokal lainnya, yaitu YouTuber terbesar Asia Atta Halilintar dan brand milik Atta, AHHA.

“Addy cukup kredibel bagi kami karena dia telah mengubah ilustrasi menjadi mural di seluruh Indonesia. Sejak itu, dia juga telah tampil di berbagai pameran seni, mengadakan lokakarya desain dan mulai membuka sesi melukis,” kata Smartfren seperti dikutip dari Letter F The F Thing, Minggu (21/6/2020).

Kerennya lagi, hasil penjualan karya kolaborasi tersebut akan disumbangkan sepenuhnya untuk membantu penyediaan alat kesehatan bagi para pahlawan medis yang masih bertugas di garis terdepan.

Masker non-medis premium versi “Unlimited Netijen Julid” bisa didapatkan di The F Thing dengan harga Rp21 ribu. Kemudian, semua hasil penjualan itu akan didonasikan melalui BenihBaik.com untuk membantu penanganan bencana Covid-19 dengan pengadaan sleeping pod di rumah sakit.

Editor : Dani Dahwilani