Waspada, Ini 5 Jenis Teman Toxic yang Mungkin Ada di Sekitar Anda

Siska Permata Sari ยท Jumat, 08 November 2019 - 07:25 WIB
Waspada, Ini 5 Jenis Teman Toxic yang Mungkin Ada di Sekitar Anda

Pilih-pilih teman yang tidak merugikan Anda sendiri. (Foto: Pinkvilla)

JAKARTA, iNews.id - Setiap orang memiliki beberapa teman mempunyai karakter berbeda-beda. Di antara berbagai karakter tersebut, ada yang toxic atau dapat mengganggu kondisi mental Anda sendiri.

Karakter-karakter tersebut tanpa sadar dapat membuat Anda tertekan dalam lingkaran pertemanan tersebut. Berikut lima jenis teman yang 'toxic' seperti dirangkum iNews.id dari Pink Villa, Jumat (8/11/2019).

1. Narsis

Seseorang yang memiliki jiwa narsistik tak sekadar suka memotret dirinya sendiri, tetap lebih jauh daripada itu. Mereka yang narsistik selalu memiliki ego yang tinggi, selalu ingin perhatian, mementingkan diri sendiri, dan kurang empati. Teman yang seperti itu akan mengambil semua ruang dalam hidup Anda, sehingga tidak akan ada yang tersisa untuk orang lain.

2. Tukang Kritik

Teman yang baik adalah teman yang jujur pada diri Anda. Namun, bukan berarti teman yang selalu mengkritik Anda adalah teman jujur dan baik hati. Sebab, mereka akan terus-menerus menghakimi, mempermalukan, dan menyalahkan Anda atas segalanya. Tentunya hal ini tidak berlangsung baik jika terus-terusan terjadi.

3. Tukang Gosip

Memang kadangkala membicarakan orang lain itu menyenangkan. Namun, terlalu sering bergosip atau membicarakan orang lain justru dapat membuat nilai diri atau value Anda berkurang. Selain itu jika mereka bergosip tentang orang lain, ingatlah bahwa mereka tidak akan ragu untuk bergosip tentang Anda juga, tidak peduli seberapa dekat Anda.

4. Menyebarkan 'Negativity'

Orang yang suka menyebarkan 'negativity' bisa disebut sebagai vampir atau penghisap emosional Anda. Karena mereka akan menghabiskan energi Anda dengan cara-cara yang buruk. Selain menghabiskan energi dan emosi Anda dan mereka juga membuat Anda merasa lelah.

5. Kompetitor

Teman yang sangat ambisius memang di lain sisi bisa memantik semangat Anda. Tetapi kadangkala jiwa ambisius mereka membuatnya menjadi seorang kompetitor yang tidak sehat bagi Anda. Mereka selalu melihat Anda sebagai saingan atau pesaing, serta persahabatan ini adalah tentang siapa yang lebih baik di antara kalian. Dan, itulah yang disebut musuh dalam selimut.


Editor : Tuty Ocktaviany