×
Berita Hari ini - iNews Portal

Kemenhub Sebut Pertumbuhan Penumpang Udara Membaik pada Akhir 2020

Ichsan Amin ยท Senin, 06 Juli 2020 - 21:05:00 WIB
Kemenhub Sebut Pertumbuhan Penumpang Udara Membaik pada Akhir 2020
Kemenhub Sebut Pertumbuhan Penumpang Udara Membaik pada Akhir 2020

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus bekerja menggairahkan sektor penerbangan yang tumbang akibat Covid-19 sejak tiga bulan ke belakang. Progres pertumbuhan penumpang dinilai menggembirakan sejak Awal Juni 2020. 

“Ini progresnya sudah bagus, kalau dulu masih 140 movement, sekarang-sekarang ini sudah di atas 300 movement atau sudah mencapai 30 persen lebih,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, di Jakarta, Senin (6/7/2020). 

Jika konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin pemulihan di sektor ini bisa lebih cepat dari yang diramalkan. Namun, untuk menuju ke sana sejumlah hal masih harus dilaksanakan dengan ketat, di antaranya mengontrol protokol kesehatan sebagaimana tercantum tegas dalam surat edaran. 

“Karenanya kita terus menerus koordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya dengan Satuan Gugus Tugas Covid-19, operator bandara, maskapai dan navigasi. Tiga komponen operator bandara, maskapai dan navigasi ini yang intens kita komunikasi terus menerus,” ucapnya. 

Dia meyakini kondisi pemulihan di sektor ini bisa berjalan lebih cepat, meski tidak 100 persen. “Kami bisa optimis tren penumpang bisa bertumbuh meski tidak 100 persen. Setidaknya sampai akhir tahun tingkat keterisian bisa mencapai 60-70 persen,” tutur dia. 

Hal lain yang menambah optimisme tersebut adalah sektor logistik di mana penerbangan penumpang menjadi satu dengan logistik. Ketua Umum Indonesian National Air Carrier (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, sektor penerbangan terutama operator penerbangan akan mengalami tantangan besar tahun ini. 

Namun, pemulihan sektor ini bisa berjalan cepat jika ada koordinasi yang kuat diantara para pemangku kepentingan. “Saat ini berangsur-angsur keliatan merangkak ya, dibanding dua atau tiga bulan sebelumnya, di mana pandemi Covid-19 benar-benar nyaris tidak ada penerbangan. Kalau toh ada hanya satu atau dua persen, jika pesawat terbang dengan penumpang di bawah 50 persen saja itu sudah sulit untung,” ujarnya.

Meski begitu, sektor penerbangan tidak akan pulih dengan cepat jika tidak didukung koordinasi semua pihak seperti operator bandara, maskapai maupun Airnav. “Jadi semua harus mendukung sehingga produktivitas kegiatan sosial ekonomi bisa tercipta. Di sisi lain sigap dan waspada terhadap Covid-19 juga bisa berjalan,” katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Tag: kementerian perhubungan | penerbangan
ARTIKEL ORIGINAL