Darko Pancev: Gabung Inter Milan adalah Kesalahan Terbesar dalam Karier Saya
JAKARTA, iNews.id - Sepanjang karier profesionalnya Darko Pancev pernah meraih sejumlah gelar individu prestisius. Namun demikian, Pancev juga punya penyesalan yakni saat memutuskan bergabung Inter Milan.
Nama Pancev mulai dikenal luas saat dia menyabet gelar top skorer Eropa di tahun 1991. Saat itu, Pancev yang memperkuat Red Star Belgrade mengemas 40 gol dalam semusim.
Pria kebangsaan Yugoslavia kemudian masuk dalam nominasi Ballon d'Or. Sayang, dia cuma berada di urutan dua di bawah legenda timnas Prancis, Jean-Pierre Papin, yang terpilih sebagai pesepakbola terbaik dunia.
Pada musim panas 19912 Pancev resmi bergabung dengan Inter Milan di usia 27 tahun. Diharapkan mampu jadi mesin gol Inter, Pancev justru kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Italia.
Semusim kemudian, Inter meminjamkan Pancev ke klub Liga Jerman, VfB Leipzig, sebelum resmi dipermanenkan oleh Fortuna Dussledorf pada 1995.
Dalam wawancara dengan Goal.com, Pancev mengaku saat itu banyak klub top Eropa yang berminat memakai jasanya. Dia menyebut keputusan memilih Inter sebagai kesalahan terbesar dalam karier sepakbolanya.
"Kesalahan terbesar saya adalah bergabung dengan Inter," kata Pancev.
"Karena saya berada di sebuah klub yang memiliki atmosfer buruk, sebuah tim yang bermain bertahan dan sebagai pemain baru mereka memandang saya berbeda, dan saya pikir mereka tidak cukup suportif agar saya bisa beradaptasi dengan mudah," ucapnya.
"Kesalahan sebenarnya ada di saya, karena saya bisa saja bergabung dengan tim seperti Real Madrid, Barcelona, atau Manchester United, yang saat itu juga memantau saya," ujarnya.
Editor : Arif Budiwinarto