1 Orang Tewas dan 800 Penerbangan Dibatalkan akibat Badai Krosa di Jepang

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 08:45 WIB
1 Orang Tewas dan 800 Penerbangan Dibatalkan akibat Badai Krosa di Jepang

Badai tropis Krosa melanda Jepang. (FOTO: AFP)

TOKYO, iNews.id - Badai tropis hebat melanda Jepang, Kamis (15/8/2019). Badai Krosa membawa angin kencang dan hujan lebat yang merenggut setidaknya satu nyawa.

Badai Tropis Krosa -satu tingkat di bawah topan- menghantam wilayah selatan Hiroshima, dengan kecepatan angin hingga 126 kilometer (78 mil) per jam.

Rekaman televisi menunjukkan, angin kencang mencabut pohon dari akarnya, mematahkan tiang lampu, dan mampu memutar roda wahana kincir angin raksasa.

Sementara itu, gelombang tinggi menabrak pemecah gelombang, menelan mercusuar hingga 10 meter, dan sungai yang meluap menyebabkan jalan-jalan di dekatnya tergenang.

Pihak berwenang mengeluarkan perintah evakuasi bagi sekitar 430.000 orang di jalur badai, meskipun tampaknya hanya sedikit yang mematuhi peringatan itu.

Seorang lelaki berusia 82 tahun dipastikan tewas setelah jatuh ke laut di Hiroshima. Dia tewas ketika mencoba menambatkan kapalnya.

Kantor berita Jepang Kyodo melaporkan, total 49 orang terluka dari Rabu hingga Kamis kemarin.

"Kami masih mengalami hujan sebentar-sebentar," kata seorang pejabat manajemen bencana di provinsi barat daya Tokushima, Takayoshi Sugimoto, seperti dilaporkan AFP, Jumat (16/8/2019).

BACA JUGA:

Badai Ganas Krosa Terjang Jepang, 550.000 Warga Dievakuasi

Jepang Bersiap Hadapi Badai Tropis Krosa

"Kami akan tetap waspada," katanya, kepada AFP.

Badan penanggulangan bencana nasional menyatakan, sekelompok warga terdiri dari 18 orang, termasuk anak-anak, terjebak badai saat sedang menggelar pesta barbeque di sebuah lembah. Mereka diselamatkan pada Kamis (14/8/2019) pagi.

Krosa juga memicu kekacauan perjalanan saat orang-orang berupaya kembali ke kota-kota besar usai liburan Obon berakhir.

Lebih dari 800 penerbangan domestik dibatalkan ke dan dari kota-kota di Jepang barat, dan layanan kereta peluru dihentikan.

Kapal feri yang menghubungkan pulau Shikoku selatan dan bagian lain Jepang juga dibatalkan saat ombak tinggi menghantam pantai. Badai juga membawa angin kencang dan hujan deras ke ibu kota Tokyo.

Beberapa upacara untuk memperingati akhir Perang Dunia II dibatalkan di Jepang bagian barat karena cuaca buruk.


Editor : Nathania Riris Michico