15 Anak Tewas dalam Kebakaran Panti Asuhan di Haiti

Anton Suhartono ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 10:45 WIB
15 Anak Tewas dalam Kebakaran Panti Asuhan di Haiti

Panti asuhan ilegal di Haiti terbakar menewaskan 15 anak (Foto: AFP)

PORT AU PRINCE, iNews.id - Sebanyak 15 anak yatim meninggal dunia dalam kebakaran di panti asuhan tak berizin di Kota Kenscoff, di luar Ibu Kota Port au Prince, Haiti, Kamis (13/2/2020).

Hakim pengadilan Raymonde Jean Antoine mengatakan, kebakaran terjadi di panti asuhan yang dikelola oleh Gereja Pemahaman Alkitab itu pada Kamis sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Dua korban meninggal di lokasi dan 13 lainnya di rumah sakit. Mereka meninggal akibat sesak napas menghirup asap.

Antoine menambahkan, saat kebakaran ada 66 anak di panti asuhan ilegal yang berdiri sejak 2013 itu. Namun sebagian besar berhasil menyelamatkan diri dan diselamatkan.

Seorang korban selamat mengatakan, api berasal dari lilin di salah satu kamar karena saat itu listrik padam.

Meski demikian pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini serta mengidentifikasi siapa yang harus bertanggung jawab.

Menurut Antoine, kebakaran menyebabkan bangunan dua lantai itu rusak total. Dia menggambarkan tempat tidur tingkat di dalam setiap kamar ludes. Dari situ diketahui pula bahwa anak-anak yatim dan terlantar harus tinggal berimpitan di kamar yang sempit.

"Kondisi anak-anak benar-benar diabaikan. Semua yang kami lihat mereka hidup seperti binatang," kata Antoine, seraya menambahkan tidak ada alat pemadam api di dalamnya.

Saat kebakaran ada tiga orang dewasa, namun mereka juga tak bisa berbuat banyak.

Panti Asuhan Gereja Pemahaman Alkitab didirikan sebagai dampak dari gempa bumi pada 2010 yang menghancurkan Haiti. Tak hanya panti asuhan ini, ada beberapa penampungan anak yatim dan terlantar lainnya di Haiti yang tak berizin. Mereka beroperasi mengandalkan bantuan dari kalangan keagamaan dan misionaris asing.

Editor : Anton Suhartono