24 Orang Dibunuh Secara Sadis dalam Perang Antarsuku di Papua Nugini

Anton Suhartono ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 10:21 WIB
24 Orang Dibunuh Secara Sadis dalam Perang Antarsuku di Papua Nugini

Perang antarsuku di Papua Nugini menewaskan setidaknya 24 orang (Foto: AFP)

PORT MORESBY, iNews.id - Setidaknya 24 orang tewas akibat perang antarsuku di Papua Nugini. dalam 3 hari terakhir. Dua di antaranya merupakan perempuan hamil.

Pejabat pemerintah setempat mengungkap, pertempuran antarsuku terjadi selama 3 hari di pedalaman Provinsi Hela, sebelah barat Papua Nugini.

"Sebanyak 24 orang dipastikan meninggal dalam 3 hari, tapi masih mungkin bertambah hari ini. Kami masih menunggu informasi dari petugas di lapangan," kata pejabat pemerintah provinsi Hela, William Bando, dikutip dari AFP, Rabu (10/7/2019).

Dia menambahkan, sedikitnya 100 polisi dikerahkan ke lokasi untuk membantu sekitar 40 petugas keamanan setempat.

Perang antarsuku ini mengejutkan publik Papua Nugini dan Perdana Menteri James Marape yang juga berasal dari provinsi itu.

Dia menegaskan akan menambah lebih banyak kekuatan untuk menjaga keamanan serta memburu para pelaku dan menyeret mereka ke pengadilan.

"Hari ini merupakan hari tersedih dalam hidup saya. Banyak anak-anak dan para ibu tak bersalah dibunuh di perkampungan Munima dan Karida, daerah pemilihan saya," kata Marape.

"Waktu Anda sudah habis, Katahuilah apa yang akan saya lalukan kepada para kriminal yang telah membuhuh orang tak bersalah. Saya tidak takut untuk menggunakan cara paling tegas untuk menghukum Anda," ujarnya, mengindikasikan para pelaku bakal diganjar hukuman mati.

Dalam serangan di Karida, para pelaku membunuh enam perempuan, delapan anak, termasuk dua perempuan hamil, hanya dalam 30 menit.

Petugas media setempat Pills Kolo mengatakan, para korban sulit diidentifikasi karena tubuh mereka tak lengkap. Dalam foto yang beredar, potongan jasad korban dikumpulkan di kelambu karena tak ada kantong jenzah.

Belum diketahui pasti apa yang melatarbelakngi perang antarsuku ini. Namun biasanya konflik seperti ini terjadi sebagai aksi balas dendam atas pembunuhan, pemerkosaan,  pencurian, atau pelanggaran batas wilayah.


Editor : Anton Suhartono