25 Orang Meninggal akibat Wabah Flu di Queensland Australia

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 12:16 WIB
25 Orang Meninggal akibat Wabah Flu di Queensland Australia

Ribuan warga di Queensland menderita sakit flu sepanjang tahun ini. (FOTO: ABC News/Kym Agius)

BRISBANE, iNews.id - Sedikitnya 25 orang meninggal dunia akibat serangan flu di Queensland, Australia, sejak awal tahun ini. Tahun lalu jumlah yang meninggal mencapai 43 orang.

Kepala departemen kesehatan setempat, Jeannette Young, meminta warga agar segera melakukan vaksinasi.

"Flu adalah penyakit virus yang serius. Ini tidak sama dengan sakit biasa. Dan angka kematian ini menunjukkan betapa serius komplikasinya," katanya, seperti dilaporkan ABC News, Kamis (16/5/2019).

"Vaksinasi merupakan cara terbaik mencegah influenza," ujar Young.

Dia menyebut, tingginya angka kematian ini seharusnya menjadi bukti pentingnya vaksinasi flu.

Pemerintah menyiapkan layanan vaksinasi gratis bagi warga termasuk anak balita, ibu hamil, penduduk aborijin, dan para lansia.

Data departemen kesehatan menunjukkan, sekitar 10.500 orang menderita sakit flu tahun ini di Queensland dan 848 di antaranya dirawat di rumah sakit.

Secara nasional, di Australia tercatat sekitar 40.000 kasus penyakit flu.

Pekan ini pihak berwenang Australia Selatan mengungkapkan, 17 orang meninggal akibat flu dan 13 di antaranya penghuni panti jompo.

Sementara seorang petugas kesehatan di Gold Coast, Carl de Wet, mengatakan kian banyak pasien flu yang ditangani dokter di sana. Dia mengatakan para dokter di kota itu termasuk yang tersibuk di Australia.

"Rata-rata mereka menangani 500 pasien sehari," katanya.

De Wet menuturkan, kebanyakan pasien flu memiliki gejala penyakit ini namun tak begitu buruk sehingga tak perlu dirawat.

Dia mengatakan lebih dari 2.000 pasien datang ke unit gawat darurat di Queensland dalam enam bulan terakhir.

"Sekitar 1.000 pasien datang dengan lepuh di kulit, dan 3.000 lainnya dengan benjolan kecil di kulit," katanya.

Dia mengingatkan warga untuk memeriksakan diri jika memiliki masalah dengan pernapasan, nyeri dada atau rasa nyeri.


Editor : Nathania Riris Michico