320 Orang Ditahan Jelang Aksi Protes Besar-besaran di Paris

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 15:51 WIB
320 Orang Ditahan Jelang Aksi Protes Besar-besaran di Paris

Polisi Paris menahan seorang pengunjuk rasa berompi kuning. (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Polisi menahan 320 orang di Paris pada Sabtu (8/12/2018) pagi waktu setempat, menjelang aksi unjuk rasa oleh para gerakan anti-pemerintah "rompi kuning".

Dilaporkan AFP, sbelumnya sebanyak 278 yang dilaporkan ditangkap oleh pihak berwenang Paris. Namun, kini jumlah itu terus bertambah.

Para pengunjuk rasa berencana kembali menggelar aksi protes besar-besaran pada hari ini, sama seperti unjuk rasa yang digelar pada pekan lalu.

Untuk mengantisipasi aksi, ribuan pasukan keamanan Prancis bersiap menghadapi kerusuhan terbaru oleh para pengunjuk rasa rompi kuning di ibu kota dan kota-kota lain mengenai biaya hidup.

Menara Eiffel dan tempat-tempat wisata lainnya ditutup, toko-toko ditata sedemikian rupa untuk menghindari perampasan, dan barang-barang yang ada di jalan-jalan diamankan, untuk menghindari risiko digunakan sebagai alat menyerang polisi.

Baca juga: Paris dan Presiden Macron Kembali Bersiap Hadapi Aksi Protes Hari Ini

Sekitar 89.000 polisi dikerahkan di seluruh negeri untuk mengantisipasi demo hari ini.

Dari jumlah ini, sekitar 8.000 dikerahkan di Paris untuk menghindari kekacauan seperti Sabtu pekan lalu, ketika demonstran membakar mobil dan menjarah toko-toko di bulevar Champs Elysees yang terkenal.

Para pendemo juga merusak Arc de Triomphe dengan grafiti yang ditujukan untuk Presiden Emmanuel Macron.

Para pengunjuk rasa, dengan menggunakan media sosial, menagih janji terhadap Macron dan kebijakannya lewat aksi yang disebut sebagai "Act IV" ini.

Aksi protes mulai meletus pada November terkait tekanan pada anggaran rumah tangga yang disebabkan oleh pajak bahan bakar. Demonstrasi berkembang menjadi pemberontakan yang luas dan melawan Presiden Emmanuel Macron.


Editor : Nathania Riris Michico