5 Fakta Demonstrasi Hong Kong, Kerusuhan di Bandara hingga Tangisan Pemimpin Lam

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:30 WIB
5 Fakta Demonstrasi Hong Kong, Kerusuhan di Bandara hingga Tangisan Pemimpin Lam

Aksi demontrasi yang meluas dan menuntut Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mundur. (Photo: KY Cheng)

HONG KONG, iNews.id - Aksi demonstrasi di Hong Kong sudah memasuki pekan ke-10. Tak hanya beraksi di jalan-jalan utama, para demonstran bahkan sudah menduduki bandara Hong Kong pada Selasa (13/8/2019).

Aksi ini memicu para pengunjuk rasa dan polisi bentrok. Aksi unjuk rasa terkahir yang berlangsung selama lebih dari 2 pekan ini membawa Hong Kong ke kondisi terparah sejak wilayah itu diserahkan dari Inggris ke China pada 1997.

Demonstrasi yang diwarnai kerusuhan itu melumpuhkan transportasi dan perekonomian wilayah semi-otonomi China tersebut.

Berikut lima fakta unjuk rasa yang terjadi di Hong Kong, seperti dirangkum iNews.id.

1. RUU Ekstradisi ke China

Unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong awalnya dipicu oleh RUU ekstradisi ke China. Lebih dari satu juta orang mengikuti demonstrasi pada Minggu (9/6/2019) untuk menentang undang-undang ekstradisi ke China.

Para pengunjuk rasa menentang usulan undang-undang baru yang akan memungkinkan ekstradisi warga dan para kriminal dari Hong Kong ke daratan China.

BACA JUGA: Lebih dari 1 Juta Warga Hong Kong Demo Menentang UU Ekstradisi ke China

Menurut pengunjuk rasa, undang-undang itu akan mengikis kebebasan mereka di Hong Kong dan membuat mereka harus tunduk pada sistem peradilan China yang dianggap 'suram'.

BACA JUGA: 

Usulan undang-undang yang didorong oleh kepemimpinan pro-China di wilayah itu memungkinkan ekstradisi ke negara mana pun yang belum memiliki perjanjian dengan Hong Kong, termasuk China daratan.

BACA JUGA: Lawan RUU Ekstradisi China, Ribuan Warga Kembali Unjuk Rasa di Hong Kong

Media China, Global Times, menyebut demonstrasi massa pada Minggu (9/6/2019) itu merupakan salah satu aksi kemarahan publik terbesar sejak Hong Kong dikembalikan ke pemerintahan China pada 1997.


Editor : Nathania Riris Michico

Halaman : 1 2 3 4 5 Tampilkan Semua