5 Fakta Kaburnya Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn dari Jepang, dari Tas Alat Musik hingga Interpol

Anton Suhartono ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 13:41 WIB
5 Fakta Kaburnya Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn dari Jepang, dari Tas Alat Musik hingga Interpol

Carlos Ghosn (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Kabar mengenai kaburnya mantan bos Nissan Carlos Ghosn, tersangka kasus kejahatan keuangan, dari Jepang pada pekan lalu, menghebohkan internasional.

Apalagi informasi yang santer diberitakan, Ghosn kabur menggunakan jasa pasukan keamanan swasta, yakni disembunyikan di tas alat musik milik grup yang mengisi acara saat perayaan Natal di rumahnya di Tokyo.

Dia lalu diterbangkan ke Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan jet pribadi ke Beirut, Lebanon, pada Senin (30/12/2019).

Ghosn dituduh melakukan kejahatan keuangan di mana dia menangguhkan sebagian gaji sampai pensiun sebagai bos perusahaan otomotif untuk mengakali pajak. Selain itu, dia menilep uang perusahaan Nissan sebanyak jutaan yen untuk keperluan pribadi.

Rumahnya di Prancis digeledah pada Juni 2019 sebagai bagian dari penyelidikan terkait pesta pernikahannya yang mewah di Istana Versailles pada 2016.

Pria 65 tahun itu menjadi tahanan rumah sejak April 2019 atau setelah dibebaskan dari penjara dengan jaminan. Dia berada dalam pemantauan ketat aparat keamanan Jepang selama 24 jam. Meski demikian, Ghosn masih bisa lolos.

Berikut lima fakta seputar kaburnya taipan otomotif yang sempat mengepalai aliansi perusahaan Nissan-Renault-Mitsubishi itu, sebagaimana dikutip dari AFP:

1. Disembunyikan di Tas Alat Musik

Ghosn dilaporkan kabur dari Jepang dengan cara disembunyikan di dalam kotak alat musik dari rumahnya menuju bandara Kansai di Osaka, Jepang. Dari situ dia diterbangkan menggunakan pesawat sewaan ke Istanbul, sebelum melanjutkan penerbangan dengan jet pribadi dan tiba di Beirut pada Senin.

Informasi yang disiarkan kantor berita Kyodo itu didapat dari sumber keamanan di Lebanon. Dia mengetahui persis pelarian taipan otomotif yang terjerat kasus penggelapan pajak itu. Namun laporan itu dibantah pihak Ghosn.

Laporan media Jepang terbaru mengungkap, berdasarkan rekaman CCTV, Ghosn meninggalkan rumahnya di Tokyo pada 29 Desember 2019 seorang diri dan sejak itu tak pernah kembali.

Menurut polisi, seperti dikutip dari NHK, ada kemungkinan setelah itu Ghosn dijemput untuk menuju bandara karena tidak ada orang mencurigakan terlihat di sekitar rumahnya.

2. Turki Ikut Menyelidiki

Kementerian Dalam Negeri Turki telah membuka penyelidikan tentang informasi singgahnya Ghosn di negaranya. Dia dilaporkan tiba di bandara Istanbul menggunakan pesawat sewaan pada Senin (31/12/2019).

Otoritas Turki sudah memintai keterangan tujuh orang, termasuk empat pilot, sebagai bagian dari penyelidikan.

Penyelidikan difokuskan pada dua penerbangan di hari yang sama saat Ghosn tiba dan berangkat kembali. Pesawat pertama adalah jet Bombardier dengan registrasi TC-TSR yang terbang dari Osaka dan mendarat di Istanbul pada pukul 05.15 waktu setempat. Pesawat kedua sebuah jet pribadi Bombardier Challenger 300 dengan registrasi TC-RZA, yang terbang ke Beirut, 45 menit kemudian.

3. Empat Paspor dan Tiga Kewarganegaraan

Ghosn memiliki tiga kewarganegaraan yakni Prancis, Lebanon, dan Brasil. Dia diketahui memasuki Lebanon menggunakan paspor Prancis. Namun anehnya, pengacara Ghosn di Jepang mengatakan tiga paspor kliennya masih dia pegang.

Sementara itu otoritas Lebanon mengungkap Ghosn masuk negaranya secara legal menggunakan paspor Prancis. Belakangan diketahui Ghosn memiliki dua paspor Prancis.

Tidak ada data imigrasi yang menunjukkan keberangkatan Ghosn dari Jepang.

Namun, seorang sumber mengatakan kepada AFP, pengadilan Tokyo mengizinkan Ghosn menyimpan paspor Prancis kedua asalkan disimpan oleh pengacaranya.

4. Interpol Keluarkan Red Notice

Badan kerja sama kepolisian internasional atau Interpol telah mengeluarkan red notice untuk penangkapan Ghosn.

Namun, sumber di pengadilan Lebanon mengatakan, Beirut dan Tokyo tidak memiliki perjanjian ekstradisi, sehingga tak mudah untuk mengembalikannya ke Tokyo.

Prancis juga memastikan tak akan mengekstradisi Ghosn jika masuk negaranya. Alasannya, Prancis tak akan mengekstradisi warga negaranya.

5. Bantahan Carlos Ghosn

Ghosn menegaskan dia melarikan diri seorang diri tanpa melibatkan keluarga, apalagi pasukan keamanan swasta.

Dia mengklaim melarikan diri ke Lebanon seorang diri, tak disembunyikan di tas alat musik.

"Laporan media yang mengatakan istri saya, Carole, dan anggota keluarga lainnya memainkan peran dalam pelarian saya dari Jepang adalah palsu. Saya sendiri yang mengatur pelarian," kata Ghosn.

Dia sempat merilis pernyataan setelah tiba di Beirut. Ghosn mengatakan dia telah lolos dari ketidakadilan dan penganiayaan politik.


Editor : Anton Suhartono