5 Hari Koma, Warga Malaysia yang Diculik Kelompok Abu Sayyaf Meninggal

Anton Suhartono ยท Selasa, 09 April 2019 - 14:54:00 WIB
5 Hari Koma, Warga Malaysia yang Diculik Kelompok Abu Sayyaf Meninggal
Pasukan Filipina berjaga di Jolo dalam operasi memburu militan (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Seorang warga Malaysia sandera kelompok Abu Sayyaf yang terluka parah saat kabur dalam baku tembak antara militer Filipina dan militan meninggal setelah 5 hari dirawat.

Dilaporkan The Star, pria bernama Jari Abdullah (34) itu meninggal di rumah sakit Kota Zamboanga, Selasa (9/4/2019).

Jari disandera bersama dua warga Indonesia, Heri Ardiansyah (45) dan Hariadin (19). Ketiganya berusaha melarikan diri saat penyerangan oleh militer Filipina di basis kelompok militan di Pulau Samusa.

Heri selamat setelah berenang meninggalkan lokasi penculikan, namun Hariadin tewas tenggelam. Jasadnya ditemukan marinir Filipina.

Mereka merupakan pekerja perusahaan penangkapan ikan yang berbasis di Sandakan, Malaysia, dan diculik saat sedang bekerja pada 5 Desember 2018.

Zuana Laudioto, ibunda Jari, meminta agar jasad anaknya tak diautopsi. Dia berharap bisa segera membawa pulang jenazah ke Malaysia untuk dimakamkan.

Jari tertembak di bagian kepala dan dada saat berusaha melarikan diri dalam baku tembak pada 4 April 2019.

Militer Filipina menggelar operasi untuk menyelamatkan para sandera, namun Jari tertembak. Dia langsung dibawa ke rumah sakit di Jolo sebelum diterbangkan ke Zamboanga.

Sementara itu Heri ditemukan oleh petugas dalam kondisi selamat mengapung di perairan dekat Pulau Simusa pada 5 April. Jasad Hariadin ditemukan di hari yang sama setelah tenggelam.

Editor : Anton Suhartono