6 Fakta Kapal Induk Rusia yang Terbakar, Pernah Dikirim ke Suriah untuk Layani Presiden Assad

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 10:52 WIB
6 Fakta Kapal Induk Rusia yang Terbakar, Pernah Dikirim ke Suriah untuk Layani Presiden Assad

Satu-satunya kapal induk Rusia di dekat Suriah, Laksamana Kuznetsov. (FOTO: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Satu-satunya kapal induk milik Rusia terbakar saat bersandar di pelabuhan di Kutub Utara, Kamis (12/12/2019). Kapal bernama Laksamana Kuznetsov itu terbakar saat menjalani perbaikan di galangan pelabuhan Murmansk, Artik.

Akibat kebakaran, seorang prajurit angkatan laut tewas dan satu perwira hilang. Kantor-kantor berita Rusia melaporkan, kebakaran dimulai saat operasi perbaikan di ruang mesin kapal.

Seorang sumber mengatakan kepada kantor berita Russia Tass, api pertama kali melalap di bagian dek atas disertai dengan kepulan asap hitam tebal ke angkasa.

Berikut fakta-fakta kapal Laksamana Kuznetsov, seperti dirangkum iNews.id.

1. Kapal canggih milik Rusia

Kapal induk kelas Admiral Kuznetsov merupakan kapal induk terbesar serta tercanggih milik Rusia saat ini. Kuznetsov merupakan andalan angkatan laut Rusia. Kapal ini awalnya ditugaskan di Angkatan Laut Soviet, dan dimaksudkan untuk menjadi kapal pemimpin kelasnya, tapi satu-satunya kapal lain dari kelasnya, Varyag, tidak pernah selesai. Kuznetsov lalu menjadi satu-satunya kapal berkemampuan tinggi milik Rusia.

2. Awalnya bukan untuk perang

Kendati dinamai selaku kapal induk oleh Barat, rancangan Kuznetsov sebenarnya mengimplikasikan target yang berlainan dari kapal induk negara-negara Barat. Negara-negara Barat menjadikan kapal induk sebagai kapal perang yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar.

Namun Laksamana Kuznetsov awalnya merupakan cruiser pesawat atau pesawat pengangkut yang berfungsi sebagai unggulan Angkatan Laut Rusia.

Istilah yang digunakan oleh pembuat kapal ini adalah "tyazholiy avianesushchiy kreyser" (TAKR atau TAVKR) atau kapal penjelajah berat pengangkut pesawat. Tujuannya memberi tembakan bantuan dan melindungi kapal selam pengangkut rudal balistik strategis antar benua, kapal permukaan, dan pesawat maritim yang mengangkut rudal dari armada Rusia.

Editor : Nathania Riris Michico

Halaman : 1 2 3 4 5 Tampilkan Semua