Arab Saudi Izinkan Pasangan Turis Asing yang Belum Menikah Sewa Hotel, tapi Masih Larang Alkohol

Nathania Riris Michico ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 06:04 WIB
Arab Saudi Izinkan Pasangan Turis Asing yang Belum Menikah Sewa Hotel, tapi Masih Larang Alkohol

Ilustrasi hotel di Arab Saudi. (FOTO: AFP/GETTY IMAGES)

RIYADH, iNews.id - Pasangan wisatawan asing yang belum menikah kini akan diperbolehkan menyewa kamar hotel di Arab Saudi. Ini menjadi salah satu bagian dari aturan visa baru yang diumumkan pemerintah Saudi.

Perempuan juga diperbolehkan tinggal sendirian di hotel.

Sebelumnya, pasangan harus memiliki bukti bahwa mereka sudah menikah sebelum menginap di hotel. Langkah ini diambil oleh pemerintah Saudi untuk menggeliatkan industri pariwisata.

Apa saja perubahan aturannya?

Di masa lalu, pasangan harus menyediakan bukti surat nikah mereka, namun kini aturan ini tidak diwajibkan lagi untuk para turis asing.

"Semua warga negara Arab Saudi diminta untuk menunjukkan kartu identitas atau bukti pernikahan ketika menginap di hotel," tulis Komisi Pariwisata dan Peninggalan Sejarah Saudi dalam keterangan tertulis, seperti dikutip BBC.

"Ini tidak diperlukan bagi wisatawan asing. Semua perempuan, termasuk perempuan Saudi, bisa menyewa dan tinggal di hotel sendirian, dengan hanya menunjukkan kartu identitas ketika akan menginap."

Regulasi visa baru ini menyebut bahwa wisatawan perempuan tidak diwajibkan untuk menutup auratnya namun diharapkan berpakaian dengan pantas.

Alkohol masih tetap tidak diperbolehkan.

Apa dibalik perubahan ini?

Lama dikenal sebagai negara dengan aturan yang sangat ketat, Arab Saudi kini berusaha mengendurkan citranya di mata turis dan investor asing.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman baru-baru ini membuat perubahan substansial di kerajaan yang ultra-konservatif ini.

Perubahan itu termasuk menyudahi larangan perempuan Saudi mengemudikan kendaraan dan memperbolehkan kaum perempuan bepergian ke luar negeri tanpa izin wali laki-laki.

Namun, perubahan-perubahan ini dibayangi oleh berbagai isu-isu yang sangat kontroversial, termasuk pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Simon Calder, editor perjalanan senior di The Independent, mengatakan bahwa pelonggaran peraturan visa kemungkinan akan meningkatkan jumlah orang yang bepergian ke kerajaan.

"Penyederhanaan birokrasi untuk memperoleh visa harus mengarah pada peningkatan jumlah pengunjung segera - awalnya, saya bayangkan, dari mereka yang memiliki minat di dunia Arab dan warisannya," katanya, kepada BBC.


Editor : Nathania Riris Michico