Arab Saudi Kutuk Langkah AS Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 13:58 WIB
Arab Saudi Kutuk Langkah AS Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman saat berada di Gedung Putih pada Maret 2017. (FOTO: Mark Wilson / Getty Images)

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi menentang keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memproklamirkan Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel. Saudi menyatakan pihaknya mengutuk tindakan itu sebagai pelanggaran hukum internasional.

"Arab Saudi menyatakan penolakan tegas dan kecaman terhadap deklarasi pemerintah AS bahwa mereka mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki," demikian pernyataan yang dirilis kantor berita Pemerintah Saudi, seperti dilaporkan AFP, Selasa (26/3/2019).

Saudi menegaskan Golan tetap menduduki tanah Arab Suriah dan pengakuan bahwa Israel memiliki kedaulatan atas wilayah itu dianggap melanggar Piagam PBB dan resolusi internasional.

"Ini akan memiliki efek negatif pada proses perdamaian Timur Tengah dan keamanan serta stabilitas di kawasan itu."

BACA JUGA: 

Di Samping Netanyahu, Trump Tegaskan Dataran Tinggi Golan Milik Israel

Trump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel Atas Dataran Tinggi Golan

Saudi merupakan sekutu kunci negara Arab untuk AS. Hubunghan Saudi dengan AS sangat hangat sejak Trump dilantik sebagaim presiden AS pada 2017 lalu.

Sebelumnya diberitakan, Presiden AS Donald Trump memproklamirkan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah milik Israel, Senin (25/3). Hal itu Trump sampaikan saat berdiri di sebelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

BACA JUGA: Trump Proklamirkan Golan Milik Israel, Rusia dan Turki Mengecam

Israel merebut Dataran Tinggi Golan, yang menghadap bagian utara Israel, dari Suriah dalam pertempuran yang disebut Perang Enam Hari pada 1967, dan menganeksasi dataran strategis itu pada 1981.

Suriah menuntut dikembalikannya kawasan itu sebagai dasar bagi kesepakatan perdamaian pada masa depan dengan Israel.

BACA JUGA: Dubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah Kami

Netanyahu sejak lama menginginkan pengakuan tersebut, dan banyak analis melihat pernyataan Trump itu sebagai 'hadiah kampanye' untuk Netanyahu menjelang pemilu Israel yang digelar 9 April.


Editor : Nathania Riris Michico