AS Hentikan Latihan Perang Skala Besar dengan Korsel

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 03 Maret 2019 - 11:20:00 WIB
AS Hentikan Latihan Perang Skala Besar dengan Korsel
Tentara dari Korea Selatan (kiri) dan AS (kanan) ber-high five saat membangun jembatan terapung selama latihan militer di daerah perbatasan Yeoncheon, timur laut Seoul. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) mengumumkan mengakhiri latihan militer skala besar tahunan bersama, Minggu (3/3/2019). Keputusan ini untuk mendukung upaya diplomatik membujuk Korea Utara (Korut) meninggalkan program senjata nuklirnya.

Keputusan itu diambil beberapa hari setelah kesimpulan dari pertemuan kedua Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, yang berakhir tiba-tiba tanpa kesepakatan resmi. Namun kedua belah pihak menyatakan akan kembali bicara soal denuklirisasi.

Latihan tersebut kerap dilakukan setiap musim semi.

Dua pejabat pertahanan AS mengatakan latihan utama AS-Korsel sedang dibatasi sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump meredakan ketegangan dengan Korut. Latihan tersebut -yang dikenal sebagai Key Resolve dan Foal Eagle- akan diganti dengan pelatihan khusus misi yang lebih kecil.

Sejak menjabat, Trump berulang kali mengeluhkan latihan skala besar. Dia menyebut latihan itu terlalu mahal dan AS menanggung terlalu banyak beban keuangan.

Menurut pejabat senior pertahanan, militer melakukan latihan besar untuk mempertahankan kesiapan pasukannya menghadapi rezim Korut.

Seorang pejabat AS mengatakan, kepemimpinan militer kini sedang mengerjakan bagaimana serangkaian latihan yang lebih kecil dan pelatihan yang akan datang dapat digunakan untuk memastikan kesiapan pasukan.

Dengan kemajuan teknologi, beberapa pelatihan dapat dilakukan secara virtual dan tidak lagi membutuhkan ribuan pasukan.

"AS mengidentifikasi cara untuk mengurangi potensi masalah kesiapan dengan melihat tugas misi yang disyaratkan dibandingkan harus melakukan latihan skala besar," kata seorang pejabat pertahanan, seperti dilaporkan NBC News dan AFP, Minggu (3/3/2019).

Rencananya ini diumumkan setelah pertemuan puncak antara Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un, yang berakhir tiba-tiba tanpa kesepakatan. Setelah pertemuan itu, Trump mengatakan bahwa latihan tahunan militer dengan Korsel "sangat, sangat mahal" dan pemerintah Korsel harus membayar lebih untuk itu.

Namun pejabat AS mengatakan keputusan itu tidak terkait dengan pertemuan di Hanoi, tetapi sudah dipertimbangkan dalam beberapa waktu.

Setelah pertemuan puncak pertamanya dengan Kim di Singapura pada Juni lalu, Trump mengumumkan AS akan menangguhkan latihan militer skala besar bersama Korsel, tetapi latihan dan pelatihan yang lebih kecil terus berlanjut.

Ada hampir 30.000 tentara AS yang ditempatkan di Korsel, dan latihan tahunan mereka dengan puluhan ribu tentara Korsel menjadi sasaran kemarahan Korut, yang menganggap latiha perang itu sebagai latihan provokatif untuk invasi.

Editor : Nathania Riris Michico