AS Menguji Coba Rudal, Korut Ancam Tak Lanjutkan Pembicaraan Nuklir

Anton Suhartono ยท Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:48 WIB
AS Menguji Coba Rudal, Korut Ancam Tak Lanjutkan Pembicaraan Nuklir

Korut mengancam tak akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan AS (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) mengancam tak akan melanjutkan perundingan soal pelucutan senjata nuklir dengan Amerika Serikat (AS) jika negara itu terus meningkatkan eskalasi militer, seperti melanjutkan latihan perang dengan Korea Selatan (Korsel) serta menguji coba rudal jarak menengah.

Korut dan AS sepakat melanjutkan perundingan nuklir di tingkat kerja setelah Presiden Donald Trump dan pemimpin Kim Jong Un bertemu secara mendadak di Zona Demiliterisasi (DMZ) perbatasan Korsel-Korut pada 30 Juni lalu.

Namun perundingan itu dibayangi kegagalan setelah AS dan Korsel menggelar latihan perang kembali pada awal Agustus. Korut memprotes dengan menguji coba rudal jarak pendeknya hingga lima kali.

Selain latihan perang dengan Korsel, AS dianggap meningkatkan eskalasi dengan menguji coba rudal jarak menengah pada Minggu (18/8/2019) serta berencana mengerahkan jet tempur canggih F-35 di kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan, apa yang dilakukan AS itu merupakan langkah berbahaya dan dapat memicu perang dingin baru.

"Posisi kami tetap tidak berubah untuk menyelesaikan semua masalah dengan cara damai melalui dialog dan negosiasi. "Namun, dialog yang disertai dengan ancaman militer tidak menarik bagi kami," ujar juru bicara, kepada kantor berita Korut, KCNA, seperti dilaporkan kembali AFP, Kamis (22/8/2019).

Ancaman ini disampaikan saat utusan khsusus AS untuk Korut, Stephen Biegun, sudah berada di Korsel untuk mempersiapkan pembicaraan soal denuklirirasi dengan Korut.

Biegun mengatakan, AS siap terlibat segera setelah mendengar pandangan dari Korut.

AS tetap optimistis pemicaraan denuklirisasi dengan Korut akan terwujud. Sebelumnya Presiden Donald Trump mengatakan telah mendapat surat dari Kim Jong Un, isinya adalah harapan bahwa pembicaraan akan berlanjut setelah latihan perang AS-Korsel berakhir.

Editor : Anton Suhartono