Badan Penerbangan AS Bakal Temui Maskapai yang Pakai Pesawat 737 Max

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 12 April 2019 - 09:30 WIB
Badan Penerbangan AS Bakal Temui Maskapai yang Pakai Pesawat 737 Max

Pesawat American Airlines yang menggunakan model Boeing 737 Max. (FOTO: GETTY IMAGES/AFP)

NEW YORK, iNews.id - Badan Penerbangan Federal (FAA) akan bertemu dengan dengan maskapai komersial Amerika Serikat (AS) yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737 Max. 737 Max kini dikandangkan di seluruh dunia sejak terjadinya dua kecelakaan mematikan dalam enam bulan terakhir.

Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat (12/4) di Washington. Pertemuan dilakukan saat Boeing tengah menghadapi pengawasan ketat oleh FAA, menyusul tewasnya 157 orang dalam kecelakaan Ethiopian Airlines 737 Max pada 10 Maret.

"Tujuan dari pertemuan ini adalah agar FAA mengumpulkan fakta, informasi, dan pandangan individu untuk lebih memahami pandangan mereka agar FAA memutuskan apa yang perlu dilakukan sebelum mengembalikan pesawat untuk beroperasi, demikian pernyataan FFA, seperti dilaporkan AFP.

Perwakilan keamanan dari American Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines, akan menghadiri pertemuan tersebut. Para perwakilan dari serikat pilot tiap maskapai juga bakal hadir.

American and Southwest menggunakan 737 Max 8, sementara United menggunakan 737 Max 9 untuk armadanya.

FAA baru-baru ini membentuk komite aksi dengan NASA dan otoritas penerbangan sipil internasional untuk membantu mengesahkan perbaikan sistem anti-stall MCAS yang dikembangkan Boeing khusus untuk jenis pesawat 737 MAX.

MCAS diyakini menjadi faktor kunci, baik dalam kecelakaan Ethiopian Airlines maupun Lion Air di Indonesia yang menewaskan 189 orang pada Oktober.

CEO Boeing Dennis Muilenberg mengatakan, perubahan yang sedang dilakukan pabrikan pesawat itu akan membuat 737 MAX lebih aman, karena akan mencegah kesalahan pembacaan sensor yang memicu MCAS aktif.

Saat berbicara di depan umum di Dallas, Texas, untuk pertama kalinya sejak kecelakaan Ethiopian Airlines, Muilenberg mengatakan Boeing sudah melakukan 96 uji terbang terhadap 737 Max yang sudah dimodifikasi dan pilot turut ambil bagian dalam lebih dari 159 jam pengujian.

Dia juga mengaku turut ikut dalam salah satu uji coba terbang di Seattle dan mengklaim pembaruan perangkat lunak berfungsi seperti yang diharapkan.

"Dalam masa-masa yang penuh tantangan ini, saya bahkan lebih yakin bahwa kita akan melewati ini dengan lebih kuat," katanya.

Muilenberg menambahkan bahwa dirinya menyesal keputusan meng-grounded seluruh armada 737 Max berdampak pada semua pelanggan maskapai.


Editor : Nathania Riris Michico