Bakal Tayangkan Film Dokumenter soal Putin, Gedung TV Ukraina Diserang Granat

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 08:19 WIB
Bakal Tayangkan Film Dokumenter soal Putin, Gedung TV Ukraina Diserang Granat

Kantor saluran televisi "112 Ukraina" diserang granat. (FOTO: AP)

KIEV, iNews.id - Gedung saluran televisi Ukraina diserang granat, Sabtu (13/7/2019), setelah mengumumkan rencana menayangkan film dokumenter kontroversial yang menampilkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Serangan itu terjadi sekitar pukul 03:40 (00:40 GMT). Serangan itu disebut sebagai tindakan terorisme oleh para pejabat.

Kendati tidak menyebabkan korban luka, ledakan menyebabkan tanda pada halaman depan kantor saluran televisi "112 Ukraina" rusak.

Menurut polisi, peluncur granat ditinggalkan di lokasi kejadian.

Petugas polisi memperketat kontrol keamanan di ibu kota Kiev dalam upaya untuk memburu pelaku.

Insiden itu saat ini sedang diselidiki oleh SBU, dinas keamanan negara.

CEO saluran televisi itu, Yegor Benkendorf, meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengutuk tindakan kriminal tersebut.

"Anda harus menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa tidak ada yang harus menggunakan kekerasan terhadap media di Ukraina," kata Benkendorf, seperti dilaporkan AFP, Minggu (14/7/2019).

Saluran televisi itu, yang dimiliki oleh anggota parlemen Rusia pro-Taras Kozak, menerima peringatan pekan ini dari jaksa penuntut Ukraina atas rencananya memperlihatkan film dokumenter oleh pembuat film Amerika Serikat, Oliver Stone, yang disebut "Revealing Ukraine".
Film dokumenter itu mencakup wawancara dengan Putin.

Dalam film dokumenter itu, Putin dan politisi pro-Rusia Viktor Medvedchuk mengomentari peristiwa di Ukraina.

Pemilik saluran "112 Ukraina", Kozak, dianggap sebagai sekutu dekat Medvedchuk, seorang tokoh kontroversial karena hubungannya dengan Putin.

Ukraina diketahui berperang melawan separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur sejak 2014.

Jaksa Agung Ukraina Yuriy Lutsenko menyebut film dokumenter itu sebagai "film propaganda Rusia" dan mengatakan semua orang yang terlibat dalam siarannya akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Pada Jumat kemarin, "112 Ukraina" memperingatkan bahwa timnya telah menerima ancaman langsung dari organisasi-organisasi radikal karena film dokumenter tersebut, yang akan ditampilkan pekan depan.

Saluran itu kini membatalkan siaran film tersebut, dengan alasan untuk menghindari sanksi dan hukuman pidana.


Editor : Nathania Riris Michico