Balas Tuduhan Microsoft, China: AS Raja Serangan Siber di Dunia

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 13 September 2020 - 17:01 WIB
Balas Tuduhan Microsoft, China: AS Raja Serangan Siber di Dunia

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. (foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China merespons tuduhan perusahaan teknologi Amerika Serikat, Microsoft, yang menyebut intel negeri Tirai Bambu berusaha meretas kampanye pilpres AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, membantah tuduhan tersebut. Zhao juga menegaskan China tidak memiliki kepentingan dalam agenda demokrasi Amerika.

"Microsoft seharusnya tidak membuat segalanya dari ketiadaan dan tidak boleh menyeret China ke dalam (urusan) ini," kata Zhao dikutip dari CNN, Minggu (13/9/2020).

"Pemilu AS adalah urusan dalam negerinya. Kami tidak memiliki kepentingan dan tidak pernah ikut campur," lanjutnya.

Zhao justru menuding balik AS dengan perusahaan teknologinya sebagai pelaku serangan siber terbesar di dunia. Dia mengklaim bahwa perusahaan AS telah memasang teknologi pada produknya untuk mengumpulkan data pribadi atas nama badan intelijen AS.

Selain China, Microsoft juga menuduh Iran dan Rusia terlibat dalam upaya serangan siber yang menargetkan dua kandidat dalam pilpres November mendatang.

Teheran dan Kremlin telah mengeluarkan pernyataan resmi menyanggah tuduhan tersebut. Iran mengatakan AS yang selama ini kerap ikut campur urusan negara lain. Sedangkan Rusia mempertanyakan bukti yang mendukung klaim Microsoft tersebut.

Editor : Arif Budiwinarto