Bandara Saudi Diserang Rudal Pemberontak Houthi, Pasukan Koalisi Siap Membalas

Anton Suhartono ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 18:50 WIB
Bandara Saudi Diserang Rudal Pemberontak Houthi, Pasukan Koalisi Siap Membalas

Turki Al Malki (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Pasukan koalisi akan merespons serangan rudal pemberontak Houthi, Yaman, yang ditujukan ke bandara sipil di kota resort pegungungan Abha, Rabu (12/6/2019), dengan pembalasan.

Juru bicara pasukan koalisi untuk perang Yaman, Turki Al Malki mengatakan, serangan itu melukai 26 orang, delapan di antaranya harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit.

Baca Juga: Rudal Pemberontak Houthi dari Yaman Hantam Bandara di Saudi, 26 Orang Luka

Di antara korban luka merupakan perempuan asal India. Selain itu ada pula dua anak-anak warga Saudi yang menjadi korban.

Beberapa fasilitas bandara, terutama lounge terminal kedatangan, rusak terkena hantaman rudal. Serangan ini juga memaksa penutupan bandara selama beberapa jam.

Menurut Al Malki, sebagaimana dikutip dari AFP, serangan terhadap bandara sipil merupakan aksi terorisme dan pelakunya bisa dikenakan kejahatan perang.

Dia menegaskan pasukan koalisi akan mengambil tindakan tegas untuk mencegah tindakan pemberontak.

Pemberontak Houthi sebelumnya mengumumkan serangan rudal yang ditujukan ke bandara Abha. Mereka beralasan serangan itu sebagai tindakan mempertahankan diri menghadapi pengeboman pasukan koalisi.

"Kelanjutan agresi dan pengepungan terhadap Yaman untuk tahun kelima, penutupan bandara Sanaa serta penolakan terhadap solusi politik memaksa warga kami untuk membela diri," kata juru bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam, dalam pernyataan melalui stasiun televisi Al Masirah.

Ini merupakan serangan kedua ke Saudi dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin lalu, sistem pertahanan udara Saudi merontokkan dua drone Houthi yang akan menyerang Khamis Mushait.

Di kota yang tak jauh dengan Abha itu terdapat pangkalan udara besar yang difungsikan sebagai lokasi peluncuran rudal pasukan koalisi ke Yaman.


Editor : Anton Suhartono