Batalkan Sanksi Baru untuk Korut, Gedung Putih: Trump Suka Kim Jong Un

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 23 Maret 2019 - 15:53 WIB
Batalkan Sanksi Baru untuk Korut, Gedung Putih: Trump Suka Kim Jong Un

Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un saat bertemu di Hanoi. (FOTO: Doug Mills/New York Times)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump tiba-tiba mengumumkan pembatalan sanksi yang dikenakan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk Korea Utara (Korut). Dia membatalkan sanksi yang bertujuan untuk memperketat tekanan internasional atas negara Korut.

"Sudah diumumkan oleh Departemen Keuangan AS bahwa sanksi tambahan skala besar akan ditambahkan ke sanksi yang berlaku di Korea Utara. Hari ini saya memerintahkan penarikan sanksi tambahan itu!" cuit Trump, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (23/3/2019).

Hal itu diduga merujuk pada langkah-langkah yang diumumkan pada Kamis yang menargetkan dua perusahaan China yang dituduh membantu Korut menghindari sanksi internasional. Sanksi itu dijatuhkan untuk Korut mengakhiri program senjata nuklirnya.

Namun, The Washington Post melaporkan, mengutip para pejabat pemerintahan Trump, bahwa cuitan itu merujuk sanksi masa depan yang belum diumumkan.

"Presiden Trump menyukai Ketua Kim dan dia tidak berpikir sanksi ini diperlukan," kata juru bicara presiden, Sarah Sanders.

Adam Schiff, politikus Demokrat yang mengepalai komite intelijen di Dewan Perwakilan Rakyat, mengecam Trump karena membatalkan sanksi.

"Dia membatalkan sanksi yang baru diberlakukan kemarin dan diperjuangkan oleh penasihat keamanan nasionalnya sendiri, karena dia 'mencintai' Kim."

"Kenaifan bodoh cukup berbahaya. Ketidakmampuan dan kekacauan di Gedung Putih membuatnya semakin buruk," cuit Schiff.

Pada Kamis, Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, mencuit bahwa sanksi itu dimaksudkan untuk mengakhiri "praktik pengiriman ilegal" oleh Korea Utara.

"Semua orang harus memperhatikan dan meninjau kegiatan mereka untuk memastikan mereka tidak terlibat dalam penghindaran sanksi Korea Utara," katanya.

Ini meurpakan pengumuman kebijakan luar negeri besar kedua Trump yang tak terduga lewat Twitter dalam dua hari terakhir.

Sebelumnya, dia mencuit soal janji untuk mengakui kedaulatan Israel atas wilayah perbatasan Dataran Tinggi Golan yang diperebutkan dengan Suriah.


Editor : Nathania Riris Michico