Bayi Kembar Muslim Rohingya Selamat Setelah Jantung Berhenti Berdenyut

Anton Suhartono ยท Selasa, 08 Januari 2019 - 05:23 WIB
Bayi Kembar Muslim Rohingya Selamat Setelah Jantung Berhenti Berdenyut

Ilustrasi (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id - Jantung bayi kembar pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh kembali berdenyut setelah sempat berhenti. Sang ibu kini dalam penanganan tim dokter Turki di Bangladesh.

Lembaga Penanganan Bencana dan Keadaan Darurat Turki (AFAD), seperti dikutip dari Anadolu, Senin (7/1/2019), menyatakan, usia janin tersebut 32 pekan di kandungan ibunya. Denyut jantung mereka berhenti karena sang ibu mengalami tekanan darah tinggi.

Dia dibawa ke Rumah Sakit Sahra yang dioperasikan AFAD dan Kementerian Kesehatan Turki di Bangladesh.

Dokter terpaksa mengambil tindakan dengan mengoperasi pasien melalui caesar karena berbagai upaya untuk mengembalikan denyut jantung janin gagal.

Setelah diangkat, bayi kembar langsung menjalani pemeriksaan intensif hingga jantung mereka kembali berdenyut.

Kedua bayi laki-laki dan perempuan itu diberi nama masing-masing Amaorara dan Ameorara.

Lebih dari 180.000 pasien dirawat dan 1.125 pasien menjalani operasi di Rumah Sakit Sahra selama setahun terakhir. Hingga kini, 106 bayi pengungsi muslim Rohingya dilahirkan di rumah sakit itu.

Lebih dari 750.000 muslim Rohingya meninggalkan Negara Bagian Rakhine di Myanmar menuju pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh, akibat kekerasan oleh militer sejak Agustus 2017.

Muslim Rohingya dibantai secara sadis dan para perempuan anak-anak dan dewasa diperkosa. Banyak dari mereka yang melahirkan anak hasil pemerkosaan itu di pengungsian.


Editor : Anton Suhartono