Bebas dari Pemakzulan, Trump: Inilah Hasil Akhirnya

Anton Suhartono ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 08:59 WIB
Bebas dari Pemakzulan, Trump: Inilah Hasil Akhirnya

Donald Trump menunjukkan koran The Washington Post untuk merayakan kemenangan dari upaya pemakzulan (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan lolosnya upaya pemakzulan setelah sidang Senat pada Rabu malam waktu setempat membatalkan gugatan yang diusung kubu Demokrat.

Didampingi sang istri, Melania, dia mengumpulkan beberapa anggota parlemen Partai Republik, tim hukum, serta para pejabat Gedung Putih, di kantornya, Kamis (6/2/2020), lalu secara seremonial menunjukkan halaman depan surat kabar The Washington Post dengan judul, "Trump bebas".

Washington Post merupakan salah satu media yang kritis terhadap pemerintahan Trump.

"Inilah hasil akhirnya," kata Trump, diiringi tepuk tangan meriah, seperti dikutip dari AFP, Jumat (7/2/2020).

Trump menang setelah hasil pemungutan suara di Senat meloloskannya dari dua tuduhan yang sebelumnya disahkan oleh DPR AS, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres.

Dalam pernyataan yang emosional, Trump kembali mengungkapkan kemarahan atas penyelidikan terhadap seluruh pemerintahannya.

"(Ini) Bukan konferensi pers, bukan pidato, bukan apa-apa," kata Trump, seraya menambahkan, "Ini perayaan."

Trump mengataka, bahwa telah dia dilukai namun pada akhirnya tetap menang melawan Demokrat yang juga disebutnya sebagai penjahat.

Dia juga mencerca mantan direktur FBI James Comey yang dipecatnya pada 2017 serta mengeluhkan adanya polisi kotor dan orang jahat dalam penyelidikan tuduhan keterlibatan Rusia dalam pemilu presiden selama 2 tahun terakhir. Menurut Trump, semua tuduhan itu omong kosong.

Di bagian akhir, dia memanggil putrinya Ivanka lalu dipeluk.

"Saya ingin meminta maaf kepada keluarga karena mereka harus melalui kesepakatan yang busuk dan palsu ini," tuturnya.

Trump berharap bisa mengambil momentum untuk memulihkan kembali kepercayaan publik melalui kampanye, serta memanfaatkan perpecahan di tubuh Demokrat.


Editor : Anton Suhartono