Begini Cara Jepang Kurangi Kepadatan Penumpang KRL di Jam Sibuk

Anton Suhartono ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 06:24 WIB
Begini Cara Jepang Kurangi Kepadatan Penumpang KRL di Jam Sibuk

(Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Operator kereta commuter di Jepang, Tokyo Metro, punya cara baru untuk mengurai kepadatan penumpang di jam sibuk di Tokyo. Mereka menawarkan makan gratis kepada penumpang yang datang ke stasiun di jam-jam tertentu sehingga pengguna jasa tak menumpuk di satu waktu.

Sekitar 7,2 juta orang di Tokyo memanfaatkan moda transportasi kereta setiap hari untuk beraktivitas. Ini menyebabkan beberapa jalur mengalami kepadatang luar biasa di jam sibuk, pagi maupun sore hari.

Di antara jalur paling sibuk adalah Tozai yang menghubungkan wilayah timur dan Chiba ke kawasan bisnis di jantung Tokyo.

Selama jam sibuk, yakni antara pukul 07.50 dan 08.50 waktu setempat, lebih dari 76.000 penumpang menggunakan jalur ini. Angka tersebut dua kali lipat dari kondisi normal.

Juru Bicara Tokyo Metro Takeshi Yamashita mengatakan, pada jam sibuk, kereta-kereta di jalur Tozai bisa menampung penumpang 199 persen dari kapasitas normal. Artinya, para penumpang akan kesulitan menggerakkan tubuh di dalam kereta. Meski demikian, jumlah itu masih dalam batas aman.

"Ini merupakan jalur paling padat. Kami selalu berusaha mengurangi kepadatan di jam sibuk. Kami berharap, ini (makan gratis) akan mendorong orang-orang untuk melanjutkan (berpergian lebih awal), sehingga bisa mengurangi kepadatang di jam sibuk," katanya, dikutip dari AFP, Senin (21/1/2019).

Tokyo Metro berupaya mengurai kepadatan tersebut dengan memberikan makan gratis kepada para penumpang yang datang ke stasiun lebih awal atau sebelum jam sibuk.

Sebanyak 2.000 pengguna jasa yang selama 2 pekan berturut-turut berangkat paling awal akan mendapat tempura gratis dari Tokyo Metro. Jika ada 2.500 orang yang berhasil menyelesaikan tantangan ini setiap hari di periode yang sama, mereka berhak atas semangkuk mi soba. Namun jika ada lebih dari 3.000 orang, mereka akan mendapatkan dua menu gratis sekaligus, yakni tempura dan mi soba.

Makan gratis ini diadakan bersamaan dengan kampanye yang dilakukan Pemerintah Metropolitan Tokyo selama dua pekan ke depan untuk mendorong warga melakukan perjalanan di luar jam sibuk.

Sejauh ini hampir 1.000 perusahaan dari berbagai bidang yang ikut berkontribusi dengan mengizinkan karyawan mereka masuk dan pulang kerja lebih awal dari waktu semestinya. Bahkan ada perusahaan yang membolehkan karyawan bekerja dari rumah.


Editor : Anton Suhartono