Bentrok, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Ribuan Demonstran di Paris

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 18:19 WIB
Bentrok, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Ribuan Demonstran di Paris

Polisi di Paris menembakkan gas air mata ke ribuan pengunjuk rasa. (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Polisi antihuru-hara Paris bentrok dengan pengunjuk rasa "rompi kuning" yang melancarkan demonstrasi terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron. Bentrokan terjadi di dekat jalan raya Champs-Elysees, Sabtu (8/12/2018).

Dilaporkan AFP, polisi menembakkan gas air mata dalam upaya untuk mendorong kembali ratusan pemrotes agar berkumpul di sekitar jalan perbelanjaan dan monumen Arc de Triomphe.

Polisi memperkirakan, sekitar 1.500 pengunjuk rasa berkumpul di wilayah itu. Sebelumnya, polisi menangkap ratusan orang sebelum aksi protes dimulai.

Teriakan "Macron, mengundurkan diri" bercampur dengan gas air mata di dekat jalan Champs-Elysees, dan menjadi pemandangan dari kerusuhan terburuk di Paris selama puluhan tahun terakhir.

Seorang pengemudi truk yang mengaku bernama Denis mengatakan berencana, seperti yang lain, untuk berbaris di istana presiden Macron.

"Aku di sini untuk putraku," kata pria 30 tahun itu, yang melakukan perjalanan ke Paris dari pelabuhan Normandia di Caen.

"Aku tidak bisa membiarkannya tinggal di negara di mana orang miskin dieksploitasi."

Baca juga: Paris dan Presiden Macron Kembali Bersiap Hadapi Aksi Protes Hari Ini

Aksi dimulai pada 17 November di mana para demonstran memprotes penundaan kenaikan pajak bahan bakar. Aksi itu menggelembung dan menjadi gerakan massa melawan kebijakan Macron dan gaya pemerintahan top-down.

Demonstrasi "rompi kuning" yang terkoordinasi kini berlangsung di seluruh negeri di Paris, termasuk di banyak jalan raya.

Perdana Menteri Edouard Philippe mengatakan, 481 orang ditahan di Paris saat polisi melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang tiba di stasiun kereta api dan di tempat-tempat aksi protes, seperti monumen Champs-Elysees dan Bastille.

Di antara mereka, ada puluhan yang ditangkap karena membawa topeng, palu, ketapel, dan batu yang bisa digunakan untuk menyerang polisi.

Toko-toko, museum, Menara Eiffel, dan banyak stasiun metro ditutup, sementara pertandingan sepak bola papan atas dan konser dibatalkan.

Kekerasan akhir pekan lalu, yang menyebabkan sekitar 200 mobil dibakar dan Arc de Triomphe dirusak, mengguncang Prancis dan menjatuhkan pemerintahan Macron ke dalam krisis terdalamnya sejauh ini.

Philippe mengatakan, sekitar 89.000 polisi dikerahkan selama aksi protes di seluruh negeri, termasuk 8.000 polisi di Paris. Selain itu puluhan kendaraan lapis baja juga dikerahkan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.


Editor : Nathania Riris Michico