Biaya Karantina Covid-19 Capai Rp16 Juta, Mahasiswa Asing Petisi Pemerintah Malaysia

Antara ยท Kamis, 24 September 2020 - 18:15 WIB
Biaya Karantina Covid-19 Capai Rp16 Juta, Mahasiswa Asing Petisi Pemerintah Malaysia

Bendera Malaysia berkibar di Kota Kuala Lumpur (ilustrasi). (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, iNews.id – Pemerintah Malaysia mulai menerapkan biaya karantina bagi warga negara asing (WNA) yang memasuki negara itu sebesar 4.700 ringgit atau sekitar Rp16 juta per kepala. Aturan yang dibuat untuk pencegahan wabah Covid-19 itu mulai berlaku terhitung Kamis (24/9/2020) ini.

Menanggapi kebijakan tersebut, mahasiswa internasional di Malaysia pun menggalang petisi untuk meminta penerapan biaya karantina itu dikurangi. Petisi daring itu diprakarsai oleh Taimoor Mazhar dan ditujukan kepada menteri kesehatan serta menteri pendidikan tinggi Malaysia.

Taimoor menulis, pandemi Covid-19 berdampak besar pada kehidupan setiap orang. Banyak keluarga sedang mengalami krisis keuangan dan kesulitan lainnya di tengah bencana ini.

“Banyak siswa yang sedang belajar di Malaysia tidak mampu menanggung biaya ini karena krisis keuangan dan mahalnya yang bahkan dalam situasi normal tidak memungkinkan untuk membayar,” katanya.

Dia meminta dukungan agar Pemerintah Malaysia dapat membantu mahasiswa internasional untuk memikirkan karantina di hotel bintang 2 atau 3 yang jauh lebih murah daripada hotel bintang 5 yang ditawarkan Pemerintah Malaysia sekarang.

“Terdapat 130.110 siswa internasional yang sedang belajar di Malaysia dan tidak semua siswa internasional dapat menanggung biaya ini,” ujarnya.

Menurut dia, dengan uang sebesar 4.700 ringgit, sebagian besar mahasiswa asing di Malaysia bisa memenuhi kebutuhan selama 3–4 bulan, termasuk untuk akomodasi, makanan, dan transportasi. “Jumlah 4.700 ringgit Malaysia akan sangat memengaruhi kehidupan pelajar internasional di Malaysia,” katanya.

Hingga petang ini, petisi tersebut baru mendapatkan 1.500 dukungan.

Mahasiswa Univeritas Malaya asal Medan, Provinsi Sumatera Utara, Mulyadi mengatakan, biaya karantina tersebut memang terlalu mahal. “Waduh makin mahal...Ya Allah. Ya sudah balik ke Malaysia tahun depan saja,” ucap pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dan Sekretaris BP KNPI Malaysia itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil