Bukan Suntik Mati, Pembunuh AS Pilih Dieksekusi dengan Disetrum di Kursi Listrik

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 11:08 WIB
Bukan Suntik Mati, Pembunuh AS Pilih Dieksekusi dengan Disetrum di Kursi Listrik

"Old Sparky", kursi listrik yang tak lagi dipakai, digunakan mengekesekusi 361 tahanan antara 1924 hingga 1964. Kursi Listrik itu dipajang di Museum Penjara Texas di Huntsville, Texas. (FOTO: AFP VIA GETTY IMAGES/FANNY CARRIER)

WASHINGTON, iNews.id - Seorang pria dihukum mati di negara bagian Tennessee, Amerika Serikat (AS), Kamis (15/8/2019). Dia dieskekusi mati atas tuduhan membunuh seorang perempuan dan putrinya.

Pada jam-jam terakhir hidupnya, pria itu memilih disetrum daripada suntik mati.

Stephen West dihukum atas dua kasus pembunuhan lebih dari 30 tahun lalu. Dia menunggu hingga Rabu (14/8/2019) untuk memilih metode eksekusi; sehari setelah Gubernur Republik Tennessee Bill Lee menolak permintaan grasi.

"Setelah mempertimbangkan dengan seksama permintaan Stephen West untuk grasi dan peninjauan kembali kasus ini, hukuman Negara Bagian Tennessee akan ditegakkan, dan saya tidak akan campur tangan," kata Lee, dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan AFP, Jumat (16/8/2019).

Dia disetrum di kursi listrik di Riverbend Maximum Security Institution di Nashville dan dinyatakan meninggal pada pukul 19.27 waktu setempat (00:27 GMT).

Keinginan West itu sesuai dengan undang-undang negara bagian selatan; mereka yang dihukum sebelum 1999 bisa memilih eksukusi mati, antara suntik mati atau disetrum.

Awal tahun ini, seorang pria juga dijatuhi hukuman mati dan meminta dieksekusi dengan kursi listrik pada menit-menit terakhir. West merupakan orang ke-11 yang dihukum mati di AS tahun ini.

Hukuman mati legal di 29 negara bagian AS.

Pada Juli, pemerintah federal mengumumkan akan segera kembali menggunakan hukuman mati setelah 16 tahun.


Editor : Nathania Riris Michico