Bunuh 5 Anaknya, Perempuan Prancis Dituntut 20 Tahun Penjara

Anton Suhartono ยท Kamis, 20 Juni 2019 - 19:03 WIB
Bunuh 5 Anaknya, Perempuan Prancis Dituntut 20 Tahun Penjara

Tempat Sylvie Horning membuang empat bayinya (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Perempuan asal Prancis Sylvie Horning (55) dituntut 5 tahun penjara karena membunuh lima anaknya. Korban masing-masing dibunuh sesaat setelah lahir antara tahun 1990 hingga 2005.

Meski pembunuhan terjadi sejak lama, namun Horning baru ditangkap pada November 2017.

Ironisnya, suami pelaku tak mengetahui pembunuhan ini. Horning menutupi kehamilan lima anaknya dari pasangan, lalu melahirkan secara rahasia di kamar mandi rumah di Wittelsheim. Setelah itu, setiap bayi dibunuh dengan cara dicekik.

Kasus ini pertama kali terungkap pada 2003 setelah pembunuhan anak keempat. Ditemukan empat kerangka bayi di dalam plastik sampah di dekat hutan Galfingue. Namun penyelidikan dihentikan pada 2009 setelah petugas tak berhasil membuktikan bahwa mayat-mayat itu berupakan anak Horning.

Merasa di atas angin, Horning kembali membunuh satu bayi lagi pada 2005.

Kasus ini dibuka kembali pada 2016 berkat kemajuan teknologi yakni melalui tes DNA. Para peneliti juga mencoba mengungkap kaitan antara Horning dengan kematian lima anak yang terjadi secara kebetulan.

Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan bahwa Horning-lah ibu dari jasad anak-anak yang ditemukan. Bayi kelima ditemukan di freezer rumah.

Dalam pemeriksaan, Horning mengaku mencekik lima anaknya setelah melahirkan diam-diam di kamar mandi.

Suaminya yang meninggal pada 2018, lanjut Horning, sama sekali tidak mengetahui kejadian itu. Sementara itu ibunya masih hidup tapi tidak bisa bersaksi di persidangan karena alasan kesehatan.

Jaksa penuntut Melody Barbuti mengungkap alasan Horning membunuh anaknya. Horning tidak menyukai bayi-bayinya dan menganggap mereka sebagai barang. Dia mengklaim bayi-bayinya tidak bisa diterima oleh tubuh dan ruhnya.

Lebih lanjut Barbuti mengatakan, hukuman 20 tahun penjara dianggap tepat ketimbang seumur hidup. Alasannya, ada kemungkinan Horning bisa kembali hidup normal di masyarakat.

Selain itu, hukuman penjara 20 tahun itu diambil karena Horning masih memiliki tiga anak, yakni seorang putra dan dua putri. Mereka meninggalkan Horning, namun tetap hadir di persidangan.

"Saya akan menerima semua hukuman, bahkan jika 30 tahun penjara. Jika saya diberi tahu 'Anda akan dihukum mati malam ini', saya akan menerimanya," kata Horning, dikutip dari AFP, Kamis (20/6/2019).

Sidang vonis dilakukan Kamis sore waktu setempat.


Editor : Anton Suhartono