Cara Perempuan Jepang Meminta Tolong Orang Sekitar saat Dilecehkan di Kereta

Anton Suhartono ยท Rabu, 22 Mei 2019 - 11:33 WIB
Cara Perempuan Jepang Meminta Tolong Orang Sekitar saat Dilecehkan di Kereta

Perempuan di Jepang gunakan aplikasi untuk memberi tahu orang lain soal pelecehan seksual yang dialaminya (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di angkutan umum Jepang, khususnya kereta rel listrik, terbilang tinggi. Polisi sudah berupaya dengan berbagai cara untuk meredam kasus ini.

Pelecehan yakni dengan meraba angggota tubuh biasa terjadi di jam sibuk saat kereta penuh. Korban yang menjadi sasaran biasanya para pengguna rok.

Kepolisian Tokyo menggunakan cara ampuh untuk mengungkap pelaku pelecehan yakni dengan aplikasi smartphone. Korban pelecehan tinggal mengaktifkan aplikasi Digi Police yang mampu mengeluarkan suara teriakan "Hentikan" dengan volume tinggi.

Selain itu, di layar smartphone akan tampil pesan SOS yang bisa ditunjukkan kepada penumpang berisi pesan, "Ada pelaku pelecehan. Tolong bantu."

Digi Police telah diunduh lebih dari 237.000 kali sejak diluncurkan 3 tahun lalu, angka yang menurut pejabat kepolisian Tokyo, Keiko Toyamine, terbilang luar biasa untuk aplikasi layanan publik.

"Berkat popularitasnya, jumlahnya meningkat sekitar 10.000 setiap bulan," kata Toyamine, dikutip dari AFP, Rabu (22/5/2019).

Korban pelecehan, lanjut dia, seringkali takut meminta bantuan. Namun dengan mode pesan SOS, mereka dapat memberi tahu penumpang lain bahwa dirinya sedang diraba-raba sambil tetap diam.

Data Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengungkap hampir 900 kasus meraba-raba dan pelecehan lain terjadi di kereta Tokyo dan kereta bawah tanah sepanjang 2017.

"Tapi itu puncak gunung es," kata Toyamine, sembari menjelaskan ada lebih banyak korban yang tak mau melapor.

Pelaku pelecehan menghadapi hukuman 6 bulan penjara atau denda hingga 500.000 yen. Potensi hukuman penjara bisa ditingkatkan menjadi 10 tahun jika pelaku menggunakan kekerasan dan ancaman.

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo meluncurkan aplikasi Digi Police secara gratis 3 tahun lalu. Awalnya bertujuan untuk memberikan informasi bagi orangtua dan anak-anak tentang penipuan atau pencurian. Namun fungsinya ditambahkan untuk korban pelecehan beberapa bulan setelah peluncuran.


Editor : Anton Suhartono