Cegah Kerusuhan, Besok 89.000 Polisi Berjaga di Seluruh Prancis

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 09:16 WIB
Cegah Kerusuhan, Besok 89.000 Polisi Berjaga di Seluruh Prancis

Polisi Prancis saat berhadapan dengan para demonstran akhir pekan lalu. (Foto: AP)

PARIS, iNews.id - Sekitar 8.000 personel polisi tambahan akan dikerahkan di Paris pada Sabtu (8/12/2018) untuk mengamankan aksi protes anti-pemerintah. Jumlah ini naik dari 5.000 selama demonstrasi kekerasan yang mengguncang Paris akhir pekan lalu.

Dilaporkan AFP, Jumat (7/12/2018), Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan, di seluruh negeri sebanyak 89.000 polisi akan dikerahkan besok, setelah sebelumnya ada 65.000 personel diturunkan di Paris pada akhir pekan lalu.

Puluhan kendaraan lapis baja juga akan diterjunkan ke ibu kota Prancis itu sebagai bagian dari tindakan "luar biasa" untuk mencegah risiko kerusuhan.

Sebelumnya, Philippe menjanjikan langkah-langkah pengamanan khusus bagi aksi protes yang direncanakan berlangsung pada Sabtu (8/12) di Paris dan berbagai lokasi lain di negara itu, di tengah-tengah munculnya kekhawatiran bahwa kelompok-kelompok radikal dan pembuat keonaran akan memanfaatkan aksi itu untuk memicu kerusuhan.

Philippe menyebut pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan demonstrasi, termasuk menghadirkan petugas keamanan tambahan.

Philippe menyarankan agar para demonstran “jaket kuning” diam di rumah untuk mencegah hadirnya orang-orang yang akan menunggangi aksi protes mereka. Demonstrasi di Paris pada Sabtu pekan lalu menimbulkan kerusuhan dan penjarahan.

Pada Sabtu lalu, huru-hara terburuk dalam beberapa tahun terakhir berkobar di Paris, di mana para pemrotes membakar mobil dan menjarah toko-toko di Champs Elysees, jalan raya yang tersohor di Paris.

Pengumuman itu diambil setelah Presiden Emmanuel Macron pada Rabu (5/12) memutuskan membatalkan kenaikan pajak BBM, yang memicu kerusuhan berminggu-minggu.

Pejabat-pejabat pemerintah khawatir terulangnya kekerasan pada Sabtu akan melumpuhkan ekonomi negara itu dan menimbulkan keraguan tentang pemerintah bisa bertahan.

Setelah Macron membatalkan kenaikan pajak BBM, para pengunjuk rasa mengemukakan tuntutan baru terkait isu-isu ekonomi lainnya yang merugikan para pekerja, pensiunan, dan mahasiswa.


Editor : Nathania Riris Michico