Cerita Dubes Iran di PBB soal Bocah 2 Tahun yang Meninggal akibat Sanksi Bikin Luluh Dubes AS

Anton Suhartono ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 14:09 WIB
Cerita Dubes Iran di PBB soal Bocah 2 Tahun yang Meninggal akibat Sanksi Bikin Luluh Dubes AS

Kelly Craft (membelakangi kamera) menemui Ravanchi (kiri) usai sidang DK PBB (Foto: Antara/Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran sedang panas setelah Presiden Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir tahun 2015 pada Mei 2018. Sejak itu AS memberlakukan sanksi baru yang memukul perekonomian Iran.

Pejabat dari kedua negara juga terlibat perang verbal dan saling tuduh, membuat situasi semakin tegang. Apalagi Iran dilanda unjuk rasa besar sejak bulan lalu yakni terkait kenaikan harga BBM. Presiden Donald Trump menyebut korban tewas bisa mencapai ribuan orang, yang kemudian dibantah pejabat Iran.

Namun panasnya hubungan kedua negara tak menghalangi Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft menyapa mitranya, Majid Takht Ravanchi, Kamis (19/12/2019). Pemandangan akrab kedua utusan itu sangat langka dan menyita perhatian pada diplomat dari negara lain.

Craft mendatangi Ravanchi untuk menunjukkan kepedulian di ruang Dewan Keamanan (DK) PBB setelah sidang yang diwarnai perdebatan.

Seorang pejabat misi AS di PBB, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/12/2019), mengatakan, Kelly mendatangi Ravanchi untuk menyampaikan belasungkawa.

Sebelumnya, dalam pernyataan kepada DK beranggotakan 15 negara, Ravanchi bercerita soal seorang anak perempuan berusia 2 tahun yang meninggal sebagai dampak sanksi yang diberlakukan AS.

Ravanchi mengungkap, anak perempuan itu meninggal pada Juni 2019 akibat penyakit langka dan dia menyalahkan sanksi AS sebagai penyebabnya.

"Memalukan bahwa sanksi AS mengakibatkan berhentinya impor obat-obatan tertentu ke Iran, sehingga mengakibatkan mimpi buruk bagi sebagian pasien. Misalnya, satu perusahaan Eropa yang menghadapi tekanan sanksi AS, berhenti mengekspor perban bagi pasien penderita EB, kondisi genetika langka yang disebabkan luka pada kulit," kata Ravanchi.

Dia menambahkan, anak perempuan bernama Ava itu tak bisa mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Dalam sidang itu juga, Kelly mengatakan kepada DK bahwa AS bersedia berdialog dengan Iran untuk mencapai kesepakatan yang dampaknya bisa memperbaiki keamanan dan perdamaian internasional.

"Tapi kami tidak akan duduk diam sementara Iran terus merusak kestabilan wilayah itu," kata Kelly.

Sanksi AS terhadap Iran tak hanya berlaku bagi pemerintah dan swasta, tapi juga individu.

Editor : Anton Suhartono