China Tangkap 89.000 Orang terkait Pelanggaran Imigrasi

Antara ยท Selasa, 16 Februari 2021 - 13:27:00 WIB
China Tangkap 89.000 Orang terkait Pelanggaran Imigrasi
Pergerakan orang di China di tengah pandemi Covid-19 diawasi dengan ketat oleh otoritas setempat (ilustrasi). (Foto: Reuters)

BEIJING, iNews.id – Badan Imigrasi Nasional China (NIA) mengamankan sedikitnya 89.000 orang atas pelanggaran keluar-masuk negara berpenduduk terbesar di dunia itu sepanjang 2020. Penangkapan “pendatang haram” itu karena adanya pengetatan pintu-pintu perbatasan, menurut portal berita lokal China, Selasa (16/2/2021).

Selama pandemi Covid-19, penggunaan teknologi berbasis mahadata di pos-pos perbatasan China dimaksimalkan. Teknologi tersebut memudahkan NIA dalam memilah kedatangan orang dari negara-negara berisiko Covid-19 dengan tingkat sedang hingga tinggi.

Setiap pendatang yang hendak memasuki China harus mendapatkan semacam sertifikat bebas Covid-19 dari kantor perwakilan China di berbagai negara, dengan melampirkan hasil negatif tes usap yang berlaku 48 jam sebelum terbang.

Sepanjang tahun lalu, NIA juga mengirimkan peringatan dini kepada 45.000 orang yang hendak memasuki China dari negara atau wilayah berisiko tinggi. Selain itu, badan tersebut juga mengamati pergerakan setiap orang di dalam negeri melalui pemindaian kode kesehatan yang ada di bandara dan pusat kegiatan masyarakat lainnya.

Barkode kesehatan tersebut selama 2020 telah dipindai 14 miliar kali oleh 125.000 orang asing yang hendak memasuki China dan membutuhkan bantuan karantina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2