Covid-19 Renggut Nyawa 1 Juta Orang di Dunia, Ini 5 Negara Terparah

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 29 September 2020 - 13:53 WIB
Covid-19 Renggut Nyawa 1 Juta Orang di Dunia, Ini 5 Negara Terparah

Petugas BPBD Buleleng melakukan kremasi pasien Covid-19 yang meninggal, Minggu (27/9/2020). (iNews.id/Pande Wismaya)

BALTIMORE, iNews.id – Kematian akibat wabah virus corona secara global kini telah melampaui 1 juta jiwa. Jumlah itu dicatat di saat total kejadian infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia melebihi dari 33.270.000 kasus, menurut data Universitas John Hopkins di AS.

Sekitar seperlima dari kematian pasien Covid-19 itu terdapat di Amerika Serikat, yang sejauh ini jumlahnya sudah mencapai 205.031 jiwa. Brasil berada di urutan kedua, dengan total kematian sebanyak 142.058 jiwa. Sementara, India di urutan ketiga dengan 95.542 jiwa dan Meksiko di urutan keempat dengan 76.430 jiwa.

Inggris, ada di urutan kelima dengan kematian mencapai 42.090 jiwa hingga Senin (28/9/2020) atau Selasa (29/9/2020) WIB.

Kematian pasien Covid-19 pertama tercatat pada 9 Januari, yakni seorang pria berusia 61 tahun di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Korban diketahui sebagai pelanggan tetap di pasar basah di kota tersebut. Pasar itu telah diidentifikasi sebagai sumber wabah virus corona baru pertama di dunia yang kini menjadi pandemi.

Sejak korban pertama meninggal, butuh waktu 91 hari bagi dunia untuk melewati jumlah 100.000 kematian akibat Covid-19. Sementara, butuh waktu 16 hari berikutnya untuk mencapai jumlah kematian 200.000 jiwa, menurut hasil penghitungan Reuters dari laporan resmi pemerintah di seluruh dunia.

Jumlah korban Covid-19 terus bertambah hingga melampaui setengah juta jiwa pada akhir Juni. Penyakit pernapasan yang disebabkan oleh Covid-19 sangat berbahaya bagi orang tua atau lansia, meski orang dewasa dan anak-anak lainnya juga termasuk di antara kelompok yang juga dibunuh oleh virus corona baru itu.

Hanya butuh waktu lima bulan sejak Januari, jumlah kematian Covid-19 melampaui jumlah orang yang meninggal setiap tahun akibat malaria, salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil