Danai Warga Malaysia Bergabung dengan ISIS, Pengusaha Singapura Dipenjara 

Umaya Khusniah · Kamis, 09 September 2021 - 15:34:00 WIB
Danai Warga Malaysia Bergabung dengan ISIS, Pengusaha Singapura Dipenjara 
Pengusaha Singapura Mohamed Kazali Salleh ditangkap polisi Malaysia pada Desember 2018. (Foto: Divisi Kontra Terorisme Malaysia)

SINGAPURA, iNews.id - Seorang pengusaha Singapura dijatuhi hukuman 3 tahun 10 bulan setelah memberikan uang kepada warga Malaysia untuk bergabung dengan ISIS di Suriah. 

Mohamed Kazali Salleh (51) divonis penjara pada Kamis (8/9/2021). Dia dinyatakan bersalah setelah memberikan uang sebesar 1.000 dolar Singapura atau sekitar Rp10,6 juta kepada Wan Mohd Aquil Wan Zainal Abidin, juga dikenal sebagai Akel. 

Dilansir dari Channelnewsasia, Kazali mengaku bersalah atas tuduhan di bawah Undang-Undang Terorisme (Penekanan Pembiayaan). Ini merupakan penuntutan pertama di Singapura karena membiayai perjalanan seseorang ke negara asing untuk dilatih menjadi teroris.

Kazali merupakan seorang pengusaha yang beroperasi di Johor Bahru, Malaysia.

Dari dokumen pengadilan, dijelaskan keduanya berkenalan di Kuala Lumpur pada 2009. Selama berteman, Akel kerap menyampaikan pandangan agamanya kepada Kazali. 

Dari 2010 hingga 2013, Kazali kerap bertemu Akel dan bersama menghadiri khotbah keagamaan dan rapat umum politik di Malaysia. 

Selama itu, Akel berbagi dengan Kazali terkait ideologi ekstremisnya. Dia juga menyampaikan keinginan besarnya untuk menjadi pejuang dalam tentara Muslim ISIS.

"Terdakwa setuju dan mendukung ideologi ekstremis Akel," kata dokumen pengadilan.

Pada 2013, Akel menyampaikan keinginanya pada Kazali untuk pergi ke Suriah. Dia meminta uang kepada Kazali untuk membeli tiket pesawat ke Turki sebelum menuju Suriah. 

Kazali lalu membawa Akel ke agen perjalanan dan memberinya 1.000 ringgit Malaysia atau sekitar 386 dolar Singapira saat itu untuk membeli tiket ke Turki.

Pada Januari 2014, Akel menghubungi Kazali melalui WhatsApp untuk meminta lebih banyak uang untuk perjalanannya ke Suriah. Kazali meminta putrinya untuk mengirimkan 351,75 dolar Singapura atau sekitar 450 dolar Singapura pada saat itu melalui Western Union ke kontak Akel di Turki. Kazali memberi tahu putrinya uang itu untuk membeli karpet.

Akel bergabung dengan Negara Islam pada tahun 2014. Dia mengambil peran kepemimpinan dalam organisasi tiga tahun kemudian.

Editor : Umaya Khusniah

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: