Demonstrasi di Cile Kian Meluas, Massa Jarah Gereja Katolik dan Bakar Universitas

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 09 November 2019 - 11:56 WIB
Demonstrasi di Cile Kian Meluas, Massa Jarah Gereja Katolik dan Bakar Universitas

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di Universitas Pedro de Valdivia selama protes terhadap pemerintah Cile di Santiago, 8 November 2019. (FOTO: REUTERS)

SANTIAGO, iNews.id - Sejumlah demonstran menjarah sebuah gereja Katolik Roma di dekat lokasi utama aksi protes yang menentang pemerintah Cile, Jumat (8/11/2019). Para demonstran juga menyerbu universitas dan diduga membakarnya.

Fotografer Associated Press (AP) menyaksikan bagaimana orang-orang menyeret bangku-bangku gereja, patung Yesus, dan ikonografi relijius lainnya dari Gereja La Asuncion; dan kemudian membakar barang-barang itu.

Usai menjarah isi gereja yang dibangun pada 1876 itu, para demonstran berkerudung beramai-ramai membakar furnitur Gereja La Asuncion.

Dilaporkan AP, Sabtu (9/11/2019), abu menyebar ke alun-alun Plaza Italia di mana ribuan orang berteriak-teriak sambil memegang spanduk, sementara lainnya menyalakan lampu di telepon seluler dan mengibarkan bendera nasioal Cile.

BACA JUGA: 1 Juta Orang Berdemonstrasi di Cile, Tuntut Pengunduran Diri Presiden Pinera

Asap juga mengepul dari markas besar di dekat Universitas Petdro da Valdivia, kendati belum diketahui apakah api dinyalakan oleh para pelajar atau mahasiswa di sekitarnya atau tidak. Polisi mengatakan basih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Polisi bentrok dengan para demonstran saat berupaya membarikade universitas tersebut. Tak lama, atap kayu dari bangunan berusia 100 tahun itu mulai terbakar, menurut saksi mata.

Sebagian besar demonstrasi yang sudah berlangsung selama 22 hari terakhir ini berjalan damai, meskipun ada yang diwarnai aksi kekerasan. Sejumlah demonstran yang melemparkan batu kembali bentrok dengan polisi, yang sebagian besar merespons dnegan dengan menembakkan meriam air dan gas air mata.

Kerusuhan berlangsung sejak bulan lalu yang disebabkan kenaikan tarif kereta api bawah tanah. Sejumlah siswa melompati pintu putar di stasiun kereta api, memprotes kenaikan tarif itu.

Demonstrasi kemudian meluas menjadi bentrokan, penjarahan dan pembakaran; dan meluas ke seluruh Cile dengan beragam tuntutan lain, termasuk peningkatan anggaran dalam pendidikan, perawatan kesehatan,dan sistem pensiun.

BACA JUGA: Demonstrasi di Cile: Protes dan Penjarahan Tak Terbendung, meski Presiden Ubah Kabinet

Cile dikenal sebagai salah satu negara terkaya di Amerika Latin, tetapi memiliki ketidaksetaraan sosial yang besar.

Sedikitnya 20 orang tewas dan diperkirakan 2.500 lainnya luka-luka dalam aksi demonstrasi. Aksi ini juga menyebabkan pemerintah terpaksa membatalkan dua KTT penting yang sedianya diselenggarakan di Santiago.


Editor : Nathania Riris Michico