Demonstrasi di Hari Jadi China, Polisi Hong Kong: Situasinya Sangat, Sangat Berbahaya

Anton Suhartono ยท Senin, 30 September 2019 - 17:25 WIB
Demonstrasi di Hari Jadi China, Polisi Hong Kong: Situasinya Sangat, Sangat Berbahaya

Demonstrasi di Hong Kong rusuh pada Minggu 29 September 2019 (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Kepolisian Hong Kong memperingatkan bahwa aksi unjuk rasa di hari jadi China ke-70, Selasa (1/10/2019) akan sangat, sangat berbahaya.

Massa akan kembali berdemonstrasi untuk menegaskan penentangan mereka atas campur tangan China lebih dalam terhadap wilayah semi-otonomi itu.

Aksi unjuk rasa massa prodemokrasi pada Minggu kembali rusuh, eskalasinya diperkirakan akan meningkat pada Selasa, seiring peringatan hari jadi negara komunis China ke-70.

"Setelah menganalisis, kami memperkirakan situasi besok akan sangat, sangat, berbahaya," kata pejabat kepolisian Hong Kong, John Tse, dikutip dari AFP, Senin (30/9/2019).

Dia menjelaskan, para demonstran semakin menjadi-jadi dan tingkat kerusakan yang dihasilkan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

(Aksi unjuk rasa di Hong Kong pada Minggu 29 September rusuh/AFP)

"Kekerasan yang dilakukan pera demonstran utama semakin meningkat. Kedalaman dan luasnya kekerasan menunjukkan bahwa mereka semakin menggunakan (cara) terorisme," ujarnya.

China akan merayakan 70 tahun hari jadi dengan menggelar parade militer. Berbagai senjata canggih juga akan dipamerkan. Persenjataan yang dipamerkan termasuk rudal nuklir yang bisa mencapai Amerika Serikat (AS) dalam 30 menit, Dongfeng 41.

Senjata lainnya termasuk sebuah drone supersonik dan sebuah kapal selam robot.

Acara itu sekaligus menekankan ambisi China dalam menegaskan klaimnya atas Taiwan, Laut China Selatan, dan wilayah-wilayah yang disengketakan lainnya, serta menantang AS sebagai kekuatan dominan di kawasan.

Tentara Pembebasan Rakyat China merupakan angkatan bersenjata terbesar di dunia dengan 2 juta personel dan memiliki anggaran tahunan terbesar kedua setelah militer AS.

Editor : Anton Suhartono