Diburu Interpol sejak 2013, George Clooney Jadi-jadian Ditangkap di Thailand

Anton Suhartono ยท Senin, 17 Juni 2019 - 11:05 WIB
Diburu Interpol sejak 2013, George Clooney Jadi-jadian Ditangkap di Thailand

Francesco Galdelli (tengah) ditangkap polisi Thailand (Foto: AFP)

BANGKOK, iNews.id - Seorang pria asal Italia ditangkap oleh kepolisian Thailand, Sabtu (15/6/2019), karena memalsukan identitas. Tak tanggung-tanggung, identitas yang dia catut adalah aktor kawakan Hollywood, George Clooney.

Pria bernama Francesco Galdelli (58) itu ditangkap bersama istrinya, Vanja Goffi (45), di sebuah rumah di luar Pattaya, sebagai hasil kerja sama antara otoritas Italia dan kepolisian Thailand.

Motif Galdelli memalsukan identitasnya sebagai Clooney tak lain adalah kepentingan ekonomi. Dia berharap usahanya, menjual baju secara online, laku dengan menggunakan embel-embel Clooney.

"Dalam pemeriksaan, Francesco mengaku menyebut dirinya sebagai George Clooney dan membuka usaha pakaian untuk mengelabui konsumen sehingga mau mengirim uang," demikian pernyataan Divisi Penindakan Kejahatan Kepolisian Thailand, dalam pernyataan, dikutip dari AFP, Senin (17/6/2019).

Pasangan suami istri tersebut sebelumnya juga diburu di Italia untuk beberapa kasus kejahatan, seperti penipuan menjual jam tangan Rolex palsu secara online. Mereka terkadang mengelabui korban dengan mengirimkan garam, bukan arloji.

Dari aksi kejahatan ini mereka dijuluki 'Bonnie dan Clyde'-nya Italia, mengacu pada pasangan perampok bank di Amerika Serikat.

Galdelli dan Goffi diburu Interpol sejak 2013, dengan mengeluarkan red notice.

Kasus ini menjadi perhatian lagi setelah Clooney melapor ke pengadilan Milan bahwa pasangan itu secara curang menggunakan namanya untuk mempromosikan penjualan pakaian.

Proses penangkapan Galdelli dan Goffi diawali dengan pengintaan selama beberapa hari. Polisi mengintai menggunakan pelaralatan elektronik canggih.

"Mereka tinggal di Thailand sejak 2014 dan tidak pernah pergi," kata polisi, menambahkan, pengadilan akan menuntut mereka berdasarkan undang-undang imigrasi setempat sebelum diekstradisi.

Pattaya terkenal sebagai tempat persembunyian para gangster dan penjahat dari seluruh dunia.


Editor : Anton Suhartono